Penulis: Hasiholan Simanjuntak
Dunia manufaktur otomotif memiliki rujukan standar internasional dalam menjalankan aktivitas manufaktur, yaitu IATF 16949:2016. Salah satu tools penting yang digunakan dalam standar ini adalah Control Plan, yang memiliki klausul tersendiri dalam IATF 16949.
Pada klausul 8.5.1.1 IATF 16949 disebutkan:
“The organization shall have a control plan for pre-launch and production that shows linkage and incorporates information from the design risk analysis (if provided by the customer), process flow diagram, and manufacturing process risk analysis outputs (such as FMEA).”
Control Plan berfungsi sebagai panduan sistematis untuk memantau dan mengendalikan karakteristik produk serta parameter proses manufaktur guna memastikan seluruh output memenuhi spesifikasi teknis dan persyaratan pelanggan. Sebagai bagian yang terintegrasi dalam sistem manajemen mutu otomotif, Control Plan merupakan output utama dari proses Advanced Product Quality Planning (APQP) dan menjadi salah satu dokumen wajib dalam PPAP (Production Part Approval Process).
Control Plan bertujuan untuk:
Merujuk pada AIAG Control Plan Reference Manual (1st Edition), struktur standar Control Plan harus menjabarkan informasi proses dan produk secara jelas, teknis, dan akurat, karena dokumen ini digunakan langsung di shopfloor serta menjadi referensi utama dalam audit mutu.
.png)
Control Plan disesuaikan dengan fase pengembangan produk, yaitu:
Control Plan bukanlah dokumen yang berdiri sendiri, melainkan bagian dari rangkaian dokumen kualitas yang saling terintegrasi, antara lain:
Baca Juga: Apa Yang Baru Dalam Manual Control Plan?
PPAP Level (Production Part Approval Process Level) Pada Standard IATF 16949
Dalam praktiknya, masih sering ditemukan beberapa kesalahan umum, antara lain:
Control Plan merupakan dokumen pengendalian mutu yang bersifat strategis sekaligus operasional dalam sistem produksi otomotif dan manufaktur modern. Dengan memahami dan menerapkan panduan AIAG Control Plan Reference Manual Edisi 1 secara konsisten, perusahaan diharapkan mampu:
Control Plan bukan sekadar formalitas, melainkan alat pengendalian yang bekerja secara real-time di shopfloor. Oleh karena itu, penyusunannya harus berbasis data, risiko, dan melibatkan tim lintas fungsi secara aktif.
***
INGIN TAHU LEBIH LANJUT TERKAIT CONTROL PLAN SERTA CORE TOOLS DALAM iatf 16949
IKUTI SEMINARNYA SEKARANG JUGA!
“IATF 16949 & Core Tools : Praktis dan Implementatif”

Klik link dibawah untuk Registrasi sekarang! Limited Seat!
What did you think of this post?