Sentral Sistem Consulting was founded in 1999. Until now, Sentral Sistem has continued to develop into a consultant that focuses on increasing Performance through Human Resources Capacity Improvement and Business Process Automation.
After 20th we still continue to providing more solution for you to meet the future's challenge
We never use same standard for each company. Every company is unique. Then, we always develop custom method.
We blend five basic foundations of transformation: Knowledge, Mindset, automation, people development, and Management improvement
you only pay if we success improve your company
Our consultant not only expert in knowledge, but also have intensive experience in practical
Your benefit is more than your expense! And it's proven by exact agress calculation
Di tengah arus teknologi yang bergerak begitu cepat, dunia bisnis tidak bisa lagi berjalan dengan cara lama. Persaingan semakin ketat, perilaku konsumen berubah, dan efisiensi menjadi kebutuhan mutlak. Inilah saatnya perusahaan bertransformasi secara digital, bukan hanya untuk bertahan, tapi juga untuk berkembang dan memimpin pasar. Apa Itu Transformasi Digital? Transformasi digital adalah proses integrasi teknologi digital ke dalam semua aspek bisnis, yang mengubah cara perusahaan beroperasi dan memberikan nilai kepada pelanggan. Ini bukan sekadar penggunaan software baru, tapi juga melibatkan perubahan budaya kerja, strategi, dan struktur organisasi. Mengapa Transformasi Digital Penting? Perubahan Perilaku Konsumen Pelanggan sekarang menginginkan layanan yang cepat, personal, dan serba digital. Perusahaan yang tidak bisa menyesuaikan diri akan ditinggalkan. Efisiensi Operasional Dengan teknologi, proses manual bisa diotomatisasi, biaya bisa ditekan, dan keputusan bisa diambil lebih cepat berbasis data. Inovasi Produk & Layanan Digitalisasi memungkinkan bisnis untuk menciptakan produk baru, mengakses pasar baru, bahkan menciptakan model bisnis baru. Keunggulan Kompetitif Transformasi digital bukan pilihan, tapi kebutuhan agar tetap unggul di tengah kompetisi global. Pilar Utama Transformasi Digital Teknologi Cloud computing, AI, IoT, Big Data, dan automation jadi fondasi utama transformasi. Data Data menjadi aset berharga. Perusahaan yang bisa mengelola dan memanfaatkan data akan lebih unggul. Customer Experience Fokus pada pengalaman pelanggan jadi kunci sukses transformasi. Semua inovasi harus mengarah ke kepuasan pelanggan. People & Culture Transformasi tidak akan berhasil tanpa SDM yang siap berubah dan belajar teknologi baru. Proses Bisnis Perusahaan perlu memetakan, menyederhanakan, dan mendigitalisasi proses internal agar lebih efisien dan agile. Tantangan dalam Transformasi Digital Resistensi terhadap perubahan Kurangnya talenta digital Biaya implementasi Kepemimpinan yang belum visioner Keamanan data & privasi Tapi semua tantangan ini bisa diatasi dengan perencanaan strategis, pelatihan SDM, dan kemauan untuk belajar. Transformasi digital bukan proyek satu kali, melainkan proses berkelanjutan yang harus menjadi bagian dari strategi bisnis. Perusahaan yang mampu beradaptasi dengan cepat akan lebih tahan terhadap krisis, lebih inovatif, dan lebih dekat dengan pelanggan. Baca juga: Mengenal BPMN: Bahasa Visual Untuk Memahami Proses Bisnis Pentingnya Analisis Data Aktual Dalam Bisnis Pemetaan Proses Bisnis, Bagaimana Langkah-langkahnya? Info lebih lanjut hubungi:WA/Telp: 0821-2121-9252 Email: info@sentralsistem.comInstagram: @sentral.sistem Linkedln: Sentral Sistem Consulting Facebook: Sentral Sistem Consulting
Keamanan informasi kini menjadi kebutuhan mendasar bagi organisasi di semua sektor. Ancaman siber semakin beragam, mulai dari serangan ransomware hingga kebocoran data berskala besar. Untuk menjawab tantangan tersebut, standar internasional ISO/IEC 27001 diperbaharui melalui versi ISO/IEC 27001:2022, yang menggantikan versi ISO/IEC 27001:2013. Artikel ini membahas apa yang berubah pada ISO 27001:2022, mengapa perubahan tersebut penting, dan apa yang perlu dipersiapkan organisasi. Apa Itu ISO 27001 dan Sistem Manajemen Keamanan Informasi (SMKI/ISMS)? ISO/IEC 27001 adalah standar internasional yang menetapkan persyaratan untuk membangun, menerapkan, memelihara, dan terus meningkatkan Sistem Manajemen Keamanan Informasi (SMKI) atau Information Security Management System (ISMS). Standar ini membantu organisasi melindungi kerahasiaan, integritas, dan ketersediaan informasi melalui pengelolaan risiko yang sistematis. Organisasi yang ingin membuktikan penerapan ISMS dapat mengajukan sertifikasi ISO 27001 kepada lembaga sertifikasi. 1. Restrukturisasi Annex A Perubahan paling terlihat pada ISO 27001:2022 ada di Annex A, yaitu bagian yang memuat kontrol keamanan informasi. Pada versi 2013 terdapat 114 kontrol dalam 14 domain. Pada versi 2022, jumlahnya menjadi 93 kontrol dalam 4 tema: Organizational controls (kontrol organisasi) People controls (kontrol terkait manusia) Physical controls (kontrol fisik) Technological controls (kontrol teknologi) Jumlah yang lebih sedikit bukan berarti cakupan berkurang. Sebagian kontrol digabung, sebagian disesuaikan, dan sebagian baru ditambahkan. Struktur empat tema ini membuat standar lebih mudah dipahami dan diterapkan. 2. 11 Kontrol Baru untuk Ancaman Modern ISO 27001:2022 memperkenalkan 11 kontrol baru, antara lain: Threat intelligence Keamanan penggunaan layanan cloud (information security for use of cloud services) Data masking Secure coding Data leakage prevention Kontrol baru lainnya mencakup kesiapan TIK untuk keberlangsungan bisnis, pemantauan keamanan fisik, manajemen konfigurasi, penghapusan informasi, kegiatan pemantauan (monitoring activities), dan web filtering. Penambahan ini mencerminkan meningkatnya ketergantungan organisasi pada layanan cloud, aplikasi digital, dan integrasi sistem. 3. Pendekatan Berbasis Risiko ISO 27001 sejak awal berbasis risiko. Pada implementasinya, organisasi diharapkan tidak sekadar memenuhi daftar kontrol, tetapi memahami risiko yang dihadapi, lalu memilih kontrol yang sesuai. Hasil pemilihan tersebut didokumentasikan dalam Statement of Applicability (SoA). Pendekatan ini memberi fleksibilitas bagi organisasi untuk menyesuaikan ISMS dengan kebutuhan bisnisnya, sehingga keputusan keamanan tidak berhenti di tingkat kepatuhan administratif. 4. Keamanan Informasi, Siber, dan Perlindungan Privasi Judul standar kini menjadi "Information security, cybersecurity and privacy protection". Penambahan istilah cybersecurity dan privacy protection menunjukkan lingkup yang lebih luas dalam konteks keamanan digital dan perlindungan privasi. Perlu dicatat bahwa penerapan ISO 27001 tidak otomatis berarti organisasi memenuhi seluruh ketentuan perlindungan data pribadi, seperti UU Pelindungan Data Pribadi di Indonesia atau GDPR. Namun, ISMS yang baik dapat menjadi fondasi pengelolaan data yang lebih aman. Untuk pengelolaan informasi privasi secara khusus, organisasi dapat mempertimbangkan standar pelengkap seperti ISO/IEC 27701. 5. Faktor Manusia dan Budaya Keamanan Teknologi saja tidak cukup. Banyak insiden keamanan berkaitan dengan kesalahan manusia, sehingga kesadaran dan perilaku karyawan sangat berpengaruh. Standar ini menekankan: Pelatihan keamanan informasi Program kesadaran (awareness program) Budaya keamanan dalam organisasi 6. Relevansi dengan Teknologi Modern Kontrol baru seperti secure coding dan keamanan layanan cloud membantu ISO 27001:2022 mengakomodasi lingkungan teknologi seperti: Cloud computing DevOps Internet of Things (IoT) Big data Dengan demikian, standar ini dapat dimanfaatkan bukan hanya untuk kepatuhan, tetapi juga sebagai panduan pengelolaan keamanan di lingkungan teknologi yang kompleks. 7. Perubahan pada Klausul 4 sampai 10 Perubahan terbesar ada pada Annex A, tetapi klausul utama (klausul 4–10) juga mengalami pembaruan, umumnya untuk memperjelas persyaratan dan meningkatkan keselarasan dengan standar sistem manajemen ISO lainnya. Keselarasan ini memudahkan integrasi dengan standar seperti ISO 9001 (mutu) atau ISO 14001 (lingkungan). 8. Masa Transisi dari Versi 2013 ke 2022 ISO 27001:2022 terbit pada Oktober 2022, dengan masa transisi sekitar tiga tahun. Batas akhir transisi adalah 31 Oktober 2025. Artinya, organisasi yang masih mengandalkan sertifikat berbasis versi 2013 perlu memastikan status sertifikatnya bersama lembaga sertifikasi masing-masing. Bagi organisasi yang menyiapkan sertifikasi baru atau sertifikasi ulang, acuan yang digunakan adalah ISO/IEC 27001:2022. Persiapan umumnya meliputi: Melakukan gap analysis terhadap kontrol versi 2022 Memperbarui analisis risiko dan Statement of Applicability Menyesuaikan kebijakan, prosedur, dan dokumentasi Menjalankan audit internal dan tinjauan manajemen Menjalani audit oleh lembaga sertifikasi 9. Lebih Sederhana, Fokus pada Efektivitas Dengan struktur yang lebih ringkas, organisasi berpeluang untuk: Mengurangi kompleksitas dokumentasi dan implementasi Meningkatkan efisiensi pengelolaan kontrol Mempermudah pemetaan kontrol terhadap risiko dan proses bisnis Struktur ini juga membuat standar lebih mudah diadopsi oleh berbagai jenis organisasi, termasuk usaha kecil dan menengah. Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ) Apa perbedaan ISO 27001:2013 dan ISO 27001:2022? Perbedaan utamanya ada pada Annex A: dari 114 kontrol dalam 14 domain menjadi 93 kontrol dalam 4 tema, dengan 11 kontrol baru serta penyesuaian minor pada klausul 4–10 dan judul standar. Apakah sertifikat ISO 27001:2013 masih berlaku? Masa transisi ke versi 2022 berakhir pada 31 Oktober 2025. Konfirmasikan status sertifikat Anda kepada lembaga sertifikasi. Berapa jumlah kontrol dalam ISO 27001:2022? 93 kontrol dalam empat tema: organisasi, manusia, fisik, dan teknologi. Apakah ISO 27001 hanya untuk perusahaan teknologi? Tidak. Standar ini berlaku untuk organisasi dari berbagai sektor dan ukuran yang mengelola informasi penting. Kesimpulan ISO/IEC 27001:2022 adalah pembaruan yang signifikan bagi pengelolaan keamanan informasi. Perubahan utamanya meliputi restrukturisasi Annex A, penambahan 11 kontrol baru, penegasan pendekatan berbasis risiko, dan perhatian yang lebih besar pada aspek siber, privasi, serta faktor manusia. Bagi organisasi, versi ini menjadi kesempatan untuk meninjau ulang ISMS agar selaras dengan risiko dan teknologi yang digunakan saat ini. Butuh Pendampingan Menerapkan ISO 27001? Kebutuhan setiap organisasi berbeda, baik dari sisi ukuran, teknologi, maupun tingkat risiko. Jika Anda ingin berdiskusi tentang kesiapan ISMS, penyesuaian ke ISO 27001:2022, atau persiapan sertifikasi, tim Sentral Sistem siap membantu melalui konsultasi awal. There is Always Room For Improvement Divisi Quality Sentral Sistem Consulting siap melayani Anda untuk memberikan konsultasi Quality Improvement System untuk industri otomotif (IATF 16949:2016) atau Quality Management System yang digunakan untuk berbagai organisasi dan membantu melayani Sertifikasi \& Pelatihan ISO, antara lain ISO 9001, ISO 14064, ISO 14001, ISO 45001, ISO 37001, ISO 27001, ISO 50001, ISO 37301. Info lebih lanjut, silahkan langsung menghubungi: Marketing Sentral Sistem Consulting Hotline: 0821 2121 9252 Email: info@sentralsistem.com Intragram : @sentralsistem Facebook: Sentral Sistem Consulting Linkedln: Sentral Sistem Consulting Youtube: @SentralSistem
Pengelolaan air limbah domestik merupakan salah satu isu krusial dalam perlindungan lingkungan hidup, khususnya di kawasan perkotaan, kawasan industri, dan kawasan permukiman dengan tingkat aktivitas tinggi. Pemerintah Indonesia telah mengatur hal ini melalui Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Permen LHK) Nomor 68 Tahun 2016 tentang Baku Mutu Air Limbah Domestik. Seiring perkembangan regulasi, tantangan lingkungan, serta restrukturisasi kelembagaan pengelolaan lingkungan hidup, regulasi ini kemudian disempurnakan melalui Permen Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (LH/BPLH) Nomor 11 Tahun 202 tentang Baku Mutu Air Limbah Domestik dan Standar Teknologi Pengolahan Air Limbah Domestik. Perubahan regulasi ini tidak sekadar bersifat administratif, tetapi mencerminkan pergeseran paradigma pengelolaan lingkungan hidup yang lebih terintegrasi, berbasis risiko, dan berorientasi pada pencegahan pencemaran sejak hulu. Sebelumnya Permen LHK No. 68 Tahun 2016 disusun dalam konteks penguatan baku mutu air limbah domestik sebagai instrumen pengendalian pencemaran air. Namun dalam implementasinya, ditemukan berbagai tantangan, antara lain: Meningkatnya beban pencemaran akibat pertumbuhan kawasan terbangun dan kawasan industri; Perkembangan teknologi pengolahan air limbah yang belum sepenuhnya terakomodasi; Perubahan struktur kelembagaan pengelolaan lingkungan hidup nasional. Permen LH/BPLH No. 11 Tahun 2025 hadir untuk menjawab tantangan tersebut dengan menegaskan peran pengendalian, pengawasan, serta penyesuaian standar teknis yang lebih adaptif terhadap kondisi aktual. Substansi Utama Perubahan Penguatan Pendekatan Berbasis RisikoPermen LH/BPLH No. 11 Tahun 2025 menekankan pentingnya pendekatan berbasis risiko pencemaran air. Pengelolaan air limbah domestik tidak lagi dipandang semata sebagai kewajiban administratif, tetapi sebagai bagian dari manajemen risiko lingkungan yang harus diintegrasikan ke dalam sistem pengelolaan organisasi dan kawasan. Penegasan Tanggung Jawab Pengelola KawasanRegulasi baru memberikan penekanan yang lebih jelas terhadap tanggung jawab pengelola kawasan, termasuk kawasan industri, kawasan komersial, dan kawasan terpadu, dalam menyediakan, mengoperasikan, serta memelihara sistem pengolahan air limbah domestik yang memenuhi baku mutu. Penyesuaian Parameter dan Mekanisme PengendalianPermen LH/BPLH No. 11 Tahun 2025 melakukan penyesuaian terhadap parameter baku mutu dan mekanisme pemantauan, dengan mempertimbangkan karakteristik sumber air limbah, daya tampung badan air, serta perkembangan metode pemantauan lingkungan. Integrasi dengan Sistem Perizinan dan Pengawasan LingkunganPengelolaan air limbah domestik kini diposisikan lebih terintegrasi dengan instrumen perizinan lingkungan, persetujuan teknis, serta pengawasan berbasis kinerja. Hal ini memperkuat keterkaitan antara kepatuhan regulasi dan kinerja lingkungan organisasi. Penguatan Peran Kelembagaan LingkunganDengan hadirnya BPLH, regulasi ini menegaskan fungsi pengendalian dan pengawasan lingkungan secara lebih terstruktur, termasuk dalam pembinaan dan penegakan hukum lingkungan terkait air limbah domestik. Tabel Perbandingan Permen LHK No. 68 Tahun 2016 dan Permen LH/BPLH No. 11 Tahun 2025 Referensi : Peraturan Menteri Lingkungan Hidup / BPLH No. 11 Tahun 2025 tentang Baku Mutu Air Limbah Domestik dan Standar Teknologi Pengolahan Air Limbah Domestik
Dalam era persaingan bisnis yang semakin ketat, produktivitas menjadi faktor penentu keberhasilan organisasi dalam menghadapi dinamika pasar yang terus berubah. Salah satu peran yang merasakan tekanan produktivitas paling nyata adalah Business Analyst (BA) terutama ketika harus menyusun dokumen desain sistem ERP yang kompleks dan mendetail. Proses ini biasanya memakan waktu yang tidak sedikit. BA harus mengumpulkan informasi secara menyeluruh, mulai dari flow process, identifikasi risiko, hingga kebutuhan integrasi antar modul lalu merapikannya ke dalam dokumen yang jelas dan dapat dipahami oleh tim programmer. Dengan hadirnya AI seperti ChatGPT, Claude, Kiro, dan platform lainnya, proses yang sebelumnya memakan berjam-jam kini dapat diselesaikan dalam hitungan menit. Tantangan Utama Business Analyst dalam Proyek ERP Sebelum memahami peran AI, penting untuk memetakan tantangan nyata yang dihadapi BA dalam pekerjaan sehari-hari: Mengumpulkan kebutuhan bisnis dari berbagai departemen dengan perspektif dan prioritas yang berbeda-beda. Menyusun dokumen desain ERP yang rapi, terstruktur, dan mudah dipahami oleh tim teknis. Mengelola waktu secara efisien agar dapat fokus pada analisis strategis, bukan sekadar kegiatan penulisan dokumen yang berulang. Tanpa bantuan teknologi, BA umumnya membutuhkan waktu berjam-jam hingga berhari-hari hanya untuk menyiapkan draft awal sebuah dokumen ERP. Bagaimana AI Membantu Business Analyst? Dengan memanfaatkan AI secara tepat, BA dapat mengubah cara kerja mereka secara signifikan: Membuat draft awal dokumen desain ERP hanya dengan memasukkan poin-poin kebutuhan secara ringkas. Mendapatkan struktur dokumen yang otomatis dan konsisten, tanpa perlu memulai dari halaman kosong. Mengurangi pekerjaan repetitif sehingga BA dapat mengalihkan fokus pada analisis mendalam dan validasi kebutuhan bisnis. Studi Kasus: Modul Persediaan di Perusahaan Manufaktur Bayangkan seorang BA di perusahaan manufaktur diminta menyusun dokumen desain untuk modul persediaan (inventory module) dalam sistem ERP. Tanpa AI, proses konvensional:BA harus menulis secara manual seluruh alur permintaan barang, proses persetujuan, mekanisme integrasi dengan modul pembelian, serta mengidentifikasi risiko dan edge case satu per satu. Proses ini bisa memakan waktu satu hingga dua hari kerja hanya untuk draft awal. Dengan AI, proses yang dipercepat: BA cukup memasukkan poin-poin kebutuhan utama ke dalam AI. Dalam hitungan menit, sistem menghasilkan draft dokumen yang sudah terstruktur lengkap mencakup: Alur proses (process flow) dari permintaan hingga penerimaan barang. Input-output setiap tahapan proses. Integrasi antar modul yang relevan. Potensi risiko dan rekomendasi pengendalian. BA kemudian hanya perlu melakukan validasi dan penyesuaian sesuai konteks spesifik perusahaan sebelum dokumen diserahkan ke tim programmer. Hasilnya: Waktu pengerjaan berkurang drastis dari yang sebelumnya memakan berjam-jam menjadi selesai dalam hitungan menit. Dampak Positif Penggunaan AI bagi Business Analyst Penerapan AI dalam pekerjaan BA memberikan manfaat yang terukur di berbagai dimensi: Baca Juga AI Untuk Semua: Mentransformasi Proses Bisnis Tanpa Mengganti Budaya AI dan Machine Learning Dari ‘As Is’ ke ‘To Be’: Langkah Transformasi Proses Bisnis Perusahaan Kesimpulan Penggunaan AI seperti ChatGPT, Claude, atau Kiro dalam pekerjaan Business Analyst bukan sekadar mengikuti tren teknologi. Ini adalah transformasi cara kerja yang nyata dan terukur. BA dapat bekerja lebih cepat, lebih efisien, dan lebih terfokus pada kontribusi strategis yang sesungguhnya. Bagi perusahaan, ini berarti proyek implementasi ERP dapat berjalan lebih lancar, dengan dokumen yang lebih berkualitas dan hasil akhir yang lebih sesuai dengan kebutuhan bisnis secara keseluruhan. Ingin mengoptimalkan peran Business Analyst dalam proyek ERP perusahaan Anda dengan dukungan teknologi AI? Tim Sentral Sistem Consulting siap membantu dari perencanaan sistem, pendampingan BA, hingga implementasi ERP yang efektif dan terstruktur. There is Always Room for Improvement Kami membantu organisasi bertransformasi menuju kinerja yang lebih efektif, efisien, dan terukur. Melalui implementasi ERP, perancangan ulang proses bisnis (Business Re-Engineering), Business Process Management, hingga program Continuous Improvement yang berkelanjutan. kami memastikan setiap langkah perubahan menghasilkan nilai nyata bagi bisnis Anda. Info lebih lanjut, silahkan langsung menghubungi: Marketing Sentral Sistem Consulting Hotline: 0821 2121 9252 Email: info@sentralsistem.com Intragram : @sentralsistem Facebook: Sentral Sistem Consulting Linkedln: Sentral Sistem Consulting Youtube: @SentralSistem
Standar ISO 14001:2015 Environmental Management Systems merupakan salah satu standar internasional yang banyak digunakan oleh organisasi untuk mengelola aspek dan dampak lingkungan dari kegiatan operasionalnya. Standar ini menggunakan struktur High Level Structure (HLS) yang memudahkan integrasi dengan sistem manajemen lain seperti ISO 9001:2015 Quality Management Systems dan ISO 45001:2018 Occupational Health and Safety Management Systems. Dalam perkembangan terbaru, revisi standar menuju ISO 14001:2026 Environmental Management Systems bertujuan menyesuaikan standar dengan tantangan global yang semakin kompleks, seperti perubahan iklim, keberlanjutan rantai pasok, serta tuntutan transparansi dan akuntabilitas lingkungan. Salah satu klausul yang menjadi perhatian dalam revisi ini adalah Klausul 4 – Konteks Organisasi, karena klausul ini menjadi dasar dalam memahami kondisi internal dan eksternal organisasi sebelum menetapkan kebijakan, risiko, dan peluang dalam sistem manajemen lingkungan. Konsep Konteks Organisasi dalam ISO 14001 Klausul 4 dalam ISO 14001 berfungsi untuk memastikan bahwa organisasi memahami lingkungan bisnis dan operasionalnya sebelum mengimplementasikan sistem manajemen lingkungan (Environmental Management System/EMS). Konteks organisasi mencakup faktor internal maupun eksternal yang dapat mempengaruhi kemampuan organisasi dalam mencapai tujuan lingkungan. Dalam kedua versi standar, klausul ini mencakup empat sub klausul utama: Understanding the organization and its context Understanding the needs and expectations of interested parties Determining the scope of the environmental management system Environmental management system Meskipun struktur utamanya tetap sama, terdapat beberapa penguatan substansi dalam revisi tahun 2026. Konteks Organisasi dalam ISO 14001:2026 Dalam revisi menuju ISO 14001:2026, terdapat beberapa penguatan penting pada Klausul 4 yang mencerminkan perkembangan isu lingkungan global. Penekanan pada Isu Perubahan Iklim Revisi terbaru memberikan perhatian lebih besar terhadap perubahan iklim (climate change) sebagai bagian dari konteks eksternal organisasi. Organisasi diharapkan tidak hanya mengidentifikasi dampak lingkungan lokal, tetapi juga mempertimbangkan kontribusi terhadap isu global seperti: emisi gas rumah kaca penggunaan energi efisiensi sumber daya strategi dekarbonisasi Dengan demikian, analisis konteks organisasi menjadi lebih strategis dan terkait dengan agenda keberlanjutan global. Integrasi dengan Konsep Sustainability ISO 14001:2026 menekankan keterkaitan antara EMS dan konsep sustainability. Organisasi diharapkan mempertimbangkan aspek lingkungan tidak hanya dalam kegiatan operasional, tetapi juga dalam: strategi bisnis perencanaan investasi pengembangan produk pengelolaan rantai pasok Pendekatan ini memperluas cakupan EMS dari sekadar pengendalian dampak lingkungan menjadi bagian dari strategi keberlanjutan organisasi. Penguatan Analisis Pihak Berkepentingan Dalam versi revisi, kebutuhan dan harapan pihak berkepentingan dianalisis lebih mendalam. Selain regulator dan masyarakat, pihak berkepentingan dapat meliputi: investor yang menuntut ESG performance pelanggan yang menuntut produk ramah lingkungan komunitas global terkait perubahan iklim Hal ini menunjukkan bahwa sistem manajemen lingkungan harus mampu menjawab tuntutan transparansi dan akuntabilitas yang semakin tinggi. Hubungan dengan Risiko dan Peluang Lingkungan Revisi ISO 14001 juga memperkuat hubungan antara konteks organisasi dengan risk-based thinking. Isu internal dan eksternal yang diidentifikasi dalam klausul 4 harus menjadi dasar dalam menentukan: risiko lingkungan peluang peningkatan kinerja lingkungan strategi pengelolaan dampak lingkungan Klausul 4 dalam ISO 14001:2015 telah memberikan dasar yang kuat bagi organisasi untuk memahami konteks internal dan eksternal dalam pengelolaan lingkungan. Namun, revisi menuju ISO 14001:2026 memperluas perspektif tersebut dengan memasukkan isu-isu strategis seperti perubahan iklim, keberlanjutan, dan tuntutan ESG. Perubahan ini menunjukkan bahwa sistem manajemen lingkungan tidak lagi sekadar alat kepatuhan terhadap regulasi, tetapi menjadi bagian penting dari strategi organisasi dalam menghadapi tantangan lingkungan global. Oleh karena itu, organisasi yang ingin mempertahankan sertifikasi ISO 14001 di masa depan perlu mulai memperkuat analisis konteks organisasi dan mengintegrasikan isu keberlanjutan dalam perencanaan bisnisnya. There is Always Room For Improvement Divisi Environmental Improvement yang siap melayani Anda untuk memberikan konsultasi lingkungan dan membantu Penyusunan Dokumen AMDAL, UKL-UPL, SPPLH, SIMPEL, Program Safe and Save (Program Improvement Lingkungan untuk Safe untuk lingkungan dan Save dari pengeluaran biaya lingkungan), membantu Anda untuk Audit Proper Lingkungan. Info lebih lanjut, silahkan langsung menghubungi: Marketing Sentral Sustainability Consulting Hotline: 0821 2121 9252 Email: info@sentralsistem.com Intragram : @sentralsustainability Facebook: Sentral Sistem Consulting Linkedln: Sentral Sistem Consulting Youtube: @SentralSistem
Dalam banyak organisasi, problem solving sering kali gagal bukan karena timnya tidak kompeten, tetapi karena proses berpikirnya terlalu cepat melompat pada kesimpulan. Masalah baru muncul, dan respons pertama langsung berupa tuduhan: "Penyebabnya pasti operatornya." "Ini karena mesinnya sudah tua." "Ini pasti karena kurang pengawasan." "Orangnya lalai." Padahal, itu semua belum tentu fakta. Itu baru dugaan. Di Sentral Sistem, problem solving dibangun di atas satu prinsip mendasar: Jangan buru-buru mencari penyebab. Cari fakta dulu. Penyebab yang benar akan muncul dengan sendirinya dari kumpulan fakta yang benar. 1. Tulis Problem Secara Spesifik Langkah pertama dalam problem solving adalah mendefinisikan masalah dengan jelas dan spesifik. ? Problem yang kabur: "Talang bermasalah." ? Problem yang spesifik: "Air meluber dari talang bangunan baru saat hujan deras pada area sisi timur pabrik." Semakin spesifik problem yang didefinisikan, semakin terarah proses investigasinya. Problem yang kabur akan membuat analisis melebar ke mana-mana tanpa arah yang jelas. Sebaliknya, problem yang spesifik membantu tim memahami: Apa yang sedang dianalisis. Di mana problem terjadi. Kapan masalah muncul. Seperti apa bentuk kegagalannya. 2. Analisis Teori Problem: Ketidakstabilan atau Ketidakmampuan? Sebelum masuk ke pengumpulan fakta, penting untuk memahami terlebih dahulu jenis problem yang sedang dihadapi. Secara umum, problem dapat dikategorikan menjadi dua: A. Problem Ketidakstabilan (Instability Problem) Problem ketidakstabilan adalah masalah yang muncul pada kondisi tertentu kadang terjadi, kadang tidak. Hari ini terjadi, besok tidak. Minggu lalu aman, hari ini bermasalah. Ini menunjukkan bahwa sistem sebenarnya pernah berjalan normal, tetapi ada faktor tertentu yang memicunya. Fokus investigasi diarahkan pada: Apa yang berubah? Kondisi apa yang menjadi pencetus problem? Contoh: Talang sebelumnya tidak pernah meluber, tetapi kini meluber saat hujan tertentu. Ini mengindikasikan adanya kondisi baru yang memengaruhi sistem, misalnya, kerusakan pada talang lama yang menyebabkan tambahan aliran air masuk ke talang baru. B. Problem Ketidakmampuan (Incapability Problem) Berbeda dari ketidakstabilan, problem ketidakmampuan adalah masalah yang selalu terjadi setiap hari, setiap shift, tanpa pengecualian. Sistem memang tidak mampu memenuhi kebutuhan proses. Investigasi diarahkan pada kemampuan sistem itu sendiri melalui kerangka 4M-1E: Pertanyaan kuncinya bukan "apa yang berubah?", melainkan: "Bagian mana dari sistem yang memang tidak mampu?" 3. Analisis Basic Knowledge: Bangun Teori Dasar Sebelum Mencari Fakta Setelah memahami jenis problem, langkah berikutnya adalah menetapkan teori dasar (basic knowledge) dari problem tersebut. Tahap ini sangat penting karena membantu proses berpikir menjadi ilmiah dan terarah bukan sekadar menebak. Contoh pada kasus air meluber (overflow), teori dasarnya sederhana namun sangat fundamental: Overflow terjadi ketika volume input lebih besar daripada kapasitas output. Dari teori ini, kemungkinan penyebab hanya ada tiga: Input air terlalu besar. Output air terlalu kecil. Kombinasi dari keduanya. Pada tahap ini, tim belum mencari penyebab melainkan menentukan fakta apa saja yang perlu dikumpulkan untuk menjawab pertanyaan di atas. 4. Identifikasi Fakta Berdasarkan Teori Dasar Berdasarkan teori dasar tersebut, investigasi diarahkan secara sistematis: A. Apakah Ada Input Air yang Berlebih? Dalam kasus talang meluber, ditemukan fakta bahwa: Talang bangunan lama mengalami kerusakan. Air dari bangunan lama mengalir masuk ke talang bangunan baru. Fakta ini penting karena menunjukkan adanya perubahan kondisi dibandingkan sebelumnya sesuai dengan pendekatan investigasi problem ketidakstabilan. B. Apakah Output Air Mengecil? Investigasi juga perlu memeriksa sisi output secara menyeluruh: Apakah ada sumbatan pada talang atau pipa pembuangan? Apakah diameter pipa sudah memadai? Apakah kemiringan talang sesuai standar? Apakah ada endapan yang menghambat aliran? Semua pertanyaan ini adalah bagian dari pengumpulan fakta bukan penentuan penyebab. 5. Jangan Menganalisis Penyebab Terlalu Cepat Inilah jebakan yang paling sering terjadi dalam problem solving. Banyak tim langsung menyimpulkan: "Penyebabnya talang lama." "Penyebabnya pipa terlalu kecil." "Penyebabnya maintenance yang kurang." Padahal fakta yang dikumpulkan belum cukup untuk mendukung kesimpulan tersebut. Akibatnya, analisis berubah menjadi upaya mencari pembenaran terhadap dugaan awal bukan mencari kebenaran. Problem solving yang benar tidak dimulai dari kesimpulan lalu mencari data pendukung. Problem solving yang benar dimulai dari fakta kemudian kesimpulan dibentuk berdasarkan fakta tersebut. 6. Simpulkan Penyebab Berdasarkan Fakta yang Cukup Ketika fakta sudah terkumpul secara memadai, penyebab biasanya akan terlihat dengan sendirinya secara jelas. Dari kasus talang di atas, fakta yang berhasil dikumpulkan adalah: Saat hujan normal, talang baru tidak meluber. Saat hujan deras, overflow terjadi. Talang lama rusak dan mengalirkan tambahan air ke talang baru. Tidak ditemukan sumbatan pada jalur output. Kapasitas talang baru cukup untuk bangunan baru saja, tetapi tidak cukup jika menerima tambahan aliran dari bangunan lama. Dari rangkaian fakta ini, penyebab menjadi jelas: Overflow terjadi karena talang baru menerima tambahan input air dari talang bangunan lama yang rusak, sehingga volume input melebihi kapasitas output yang tersedia. Kesimpulan ini kuat dan dapat dipertanggungjawabkan karena dibangun dari fakta bukan dari asumsi atau opini. 7. Jika Penyebab Belum Jelas, Berarti Fakta Belum Cukup Dalam problem solving, jika penyebab masih diperdebatkan, itu hampir selalu bukan karena tim yang menganalisis kurang kompeten. Kemungkinan besar, fakta yang dikumpulkan belum cukup kuat. Dalam kondisi ini, tim tidak boleh dipaksa membuat kesimpulan prematur. Yang harus dilakukan adalah kembali ke proses investigasi: Kumpulkan data yang lebih detail dan terukur. Lakukan pengukuran yang lebih teliti. Bandingkan kondisi normal dan abnormal secara sistematis. Identifikasi kapan problem muncul dan kapan tidak muncul. Cari perbedaan kondisi di antara dua situasi tersebut. Problem solving yang matang tidak takut mengatakan bahwa investigasi masih perlu dilanjutkan. Itu jauh lebih baik daripada cepat menyimpulkan tetapi salah arah. Baca Juga Artikel Lainnya: AI Untuk Semua: Mentransformasi Proses Bisnis Tanpa Mengganti Budaya Mengapa Program Improvement Bisa Gagal di Tahap Implementasi AI dan Machine LearningAI dan Machine Learning Prinsip Utama Problem Solving Sentral Sistem Problem solving bukanlah seni menebak penyebab. Problem solving adalah proses berpikir yang sistematis dan berbasis fakta: Problem → Teori → Fakta → Kesimpulan → Penyebab → Improvement Karena itu, prinsip utama yang dipegang adalah: Jangan mulai dari penyebab. Mulailah dari teori dan fakta. Sebab, penyebab yang benar hanya akan lahir dari fakta yang benar. There is Always Room for Improvement Kami membantu organisasi bertransformasi menuju kinerja yang lebih efektif, efisien, dan terukur. Melalui implementasi ERP, perancangan ulang proses bisnis (Business Re-Engineering), Business Process Management, hingga program Continuous Improvement yang berkelanjutan. kami memastikan setiap langkah perubahan menghasilkan nilai nyata bagi bisnis Anda. Info lebih lanjut, silahkan langsung menghubungi: Marketing Sentral Sistem Consulting Hotline: 0821 2121 9252 Email: info@sentralsistem.com Intragram : @sentralsistem Facebook: Sentral Sistem Consulting Linkedln: Sentral Sistem Consulting Youtube: @SentralSistem
Selama bertahun-tahun, internal audit sering dipersepsikan sebagai aktivitas rutin: membuat jadwal audit, datang ke lokasi, memeriksa dokumen, menemukan ketidaksesuaian, lalu membuat laporan. Cara pandang seperti ini menjadikan audit hanya sebagai kewajiban administratif, bukan sebagai alat strategis untuk meningkatkan kinerja organisasi. Padahal, internal audit yang efektif memiliki tujuan yang jauh lebih besar, yaitu membantu perusahaan menemukan peluang perbaikan, mengendalikan risiko, meningkatkan efektivitas proses, serta mendorong budaya perbaikan berkelanjutan (continuous improvement). Ada beberapa pembelajaran penting yang perlu dipahami agar pelaksanaan internal audit tidak sekadar menjadi formalitas, tetapi benar-benar memberikan dampak. Pembelajaran ini dapat menjadi dasar untuk mengubah cara berpikir auditor sekaligus menjadikan pelatihan internal audit lebih menarik, relevan, dan aplikatif. 1. Internal Audit Bukan Sekadar Membuat Jadwal, Datang, Lalu Audit Kesalahan yang cukup sering terjadi adalah menjadikan audit sebagai kegiatan mekanis: Membuat jadwal audit Menentukan auditor Datang ke area Memeriksa checklist Menulis temuan Selesai Pendekatan seperti ini biasanya menghasilkan audit yang dangkal. Auditor hanya fokus mencari bukti kesesuaian atau ketidaksesuaian tanpa memahami akar masalah maupun kondisi nyata di lapangan. Audit seharusnya bukan sekadar aktivitas “memeriksa”, tetapi aktivitas “memahami”. Auditor perlu memahami: Bagaimana proses berjalan Apa tantangan yang dihadapi di area tersebut Risiko apa yang mungkin muncul Bagaimana performa unit selama ini Masalah apa yang sering terjadi Target apa yang belum tercapai Jika auditor tidak memahami konteks tersebut, audit hanya akan menghasilkan laporan tanpa memberikan manfaat nyata bagi organisasi. Internal audit yang baik ibarat dokter yang memeriksa pasien. Dokter tidak langsung memberikan obat tanpa memahami riwayat penyakit, gejala, maupun hasil pemeriksaan sebelumnya. Demikian pula auditor harus memahami kondisi organisasi sebelum melakukan audit. 2. Persiapan Audit Menentukan Kualitas Hasil Audit Salah satu pembelajaran paling penting adalah bahwa keberhasilan audit sangat dipengaruhi oleh tahap persiapan (audit preparation). Persiapan audit sering diabaikan karena dianggap membuang waktu. Padahal, justru tahap inilah yang menentukan apakah audit akan menghasilkan temuan yang bernilai atau sekadar menjadi formalitas. Ada beberapa hal yang perlu dilakukan sebelum audit. a. Menetapkan Tujuan Audit Auditor perlu menjawab pertanyaan: “Audit ini dilakukan untuk apa?” Tujuan audit tidak boleh hanya sekadar “sesuai jadwal tahunan”. Contoh tujuan audit yang lebih spesifik antara lain: Mengetahui penyebab tingginya produk reject Mengidentifikasi akar masalah keterlambatan pengiriman Menilai efektivitas pengendalian kualitas Mengevaluasi kepatuhan terhadap SOP baru Menilai implementasi sistem manajemen Tujuan yang jelas akan membuat proses audit menjadi lebih fokus dan terarah. b. Mempelajari Kinerja Area yang Akan Diaudit Sebelum audit dilakukan, auditor perlu mempelajari data yang relevan, seperti: KPI Target dan pencapaian Tren performa Keluhan pelanggan Temuan audit sebelumnya Data kecelakaan kerja Data kualitas Efisiensi produksi Data tersebut membantu auditor mengetahui area yang memiliki risiko atau permasalahan lebih tinggi. Audit tanpa melihat data ibarat mencari sesuatu di ruangan gelap. c. Mengidentifikasi Isu atau Permasalahan Setiap area biasanya memiliki tantangan yang berbeda. Contohnya: Bagian produksi → masalah reject tinggi Gudang → masalah akurasi stok Pembelian → keterlambatan supplier HR → tingkat turnover tinggi Dengan memahami isu yang terjadi, auditor dapat menentukan fokus pemeriksaan secara lebih tepat. d. Membuat Program Audit Berdasarkan Risiko dan Isu Program audit tidak seharusnya selalu sama setiap tahun. Checklist audit yang digunakan secara berulang tanpa mempertimbangkan perubahan kondisi dapat menghasilkan temuan yang sama atau bahkan tidak menemukan masalah baru. Program audit harus disesuaikan dengan: Tujuan audit Risiko Data kinerja Temuan sebelumnya Permasalahan aktual Pendekatan ini dikenal sebagai risk-based auditing atau audit berbasis risiko. Semakin tinggi risiko suatu area, semakin besar perhatian yang perlu diberikan auditor. 3. Audit Harus Berfokus pada Improvement, Bukan Sekadar Temuan Masih banyak auditor yang merasa tugasnya selesai setelah menemukan ketidaksesuaian. Padahal, nilai terbesar dari audit bukan terletak pada jumlah temuan, melainkan pada perbaikan yang dihasilkan. Audit seharusnya menjawab pertanyaan: “Apa yang perlu diperbaiki agar proses menjadi lebih baik?” Auditor perlu mengubah pola pikir dari: “Mencari kesalahan” menjadi: “Mencari peluang perbaikan.” Perubahan pola pikir ini sangat penting karena audit sering kali dianggap menakutkan oleh auditee. Jika auditor hanya datang untuk mencari kesalahan, area yang diaudit cenderung menjadi defensif. Sebaliknya, apabila auditor hadir untuk membantu meningkatkan proses, audit dapat menjadi sarana kolaborasi untuk menemukan solusi. Internal audit yang efektif dapat menghasilkan: Proses yang lebih efisien Risiko yang lebih rendah Kualitas yang meningkat Biaya yang lebih terkendali Kepatuhan yang lebih baik Produktivitas yang meningkat Artinya, audit memberikan nilai tambah bagi organisasi. Auditor bukan polisi perusahaan. Auditor adalah partner dalam perbaikan. 4. Teknik Sampling Audit Tidak Boleh Dilakukan Secara Sembarangan Salah satu kesalahan umum auditor pemula adalah melakukan sampling secara acak tanpa mempertimbangkan risiko. Akibatnya, auditor dapat melakukan sampling pada area yang relatif baik sehingga: Sampling di area yang baik → tidak ada temuan Sampling dokumen yang aman → tidak ada masalah Sampling proses yang stabil → audit menjadi formalitas Lalu muncul kesimpulan: “Semua sudah baik.” Padahal, belum tentu demikian. Karena itu, pengambilan sampel harus dilakukan secara strategis. Fokuskan sampling pada area yang: Sering bermasalah Memiliki performa rendah Memiliki banyak keluhan Pernah memiliki temuan sebelumnya Memiliki risiko tinggi Mengalami perubahan proses terbaru Memiliki ketidaksesuaian berulang Contohnya, jika tingkat reject meningkat pada shift malam, auditor perlu memperbanyak sampling pada shift tersebut. Jika banyak komplain pelanggan terkait pengiriman, auditor dapat memfokuskan audit pada proses logistik. Pendekatan ini membuat audit menjadi lebih efektif dan mampu memberikan informasi yang lebih relevan. Tujuan sampling bukan sekadar mencari bukti bahwa sistem berjalan dengan baik. Tujuan sampling adalah menemukan fakta yang dapat membantu organisasi melakukan perbaikan. Mengubah Cara Mengajar Internal Audit Agar Lebih Menarik Salah satu tantangan dalam pelatihan internal audit adalah materi yang sering dianggap membosankan karena terlalu banyak teori. Padahal, pembelajaran audit dapat dibuat lebih menarik dan aplikatif melalui beberapa pendekatan berikut: 1. Gunakan Studi Kasus Nyata Peserta akan lebih mudah memahami konsep ketika belajar melalui kasus nyata dibandingkan hanya mempelajari definisi. Contohnya: Kasus keterlambatan produksi Kasus temuan audit yang berulang Kasus komplain pelanggan Peserta kemudian diminta menganalisis kasus tersebut dari sudut pandang auditor. 2. Lakukan Simulasi Audit Gunakan metode permainan peran (role play) dengan membagi peserta menjadi: Auditor Auditee Pihak terkait lainnya Peserta kemudian melakukan wawancara, menelusuri proses, mencari bukti objektif, dan menentukan temuan berdasarkan kondisi yang ditemukan. Metode ini dapat membantu peserta memahami proses audit secara lebih cepat dan praktis. 3. Analisis Data Sebelum Audit Berikan peserta data KPI atau data performa suatu proses, kemudian minta mereka menentukan: Risiko Fokus audit Sampling Pertanyaan audit Dengan cara ini, peserta tidak hanya belajar mengenai teknik audit, tetapi juga dilatih untuk berpikir kritis dan berbasis data. 4. Diskusikan Temuan dan Improvement Mintalah peserta tidak hanya menemukan masalah, tetapi juga mendiskusikan peluang perbaikan berdasarkan temuan yang ditemukan. Pendekatan ini membantu membangun improvement mindset sehingga auditor tidak hanya berorientasi pada temuan, tetapi juga pada nilai tambah yang dapat diberikan kepada organisasi. Baca Juga Artikel Lainnya: Having Fun Internal Audit: Audit Itu Bisa Seru Audit yang Berdampak: Mengubah Internal Audit dari Formalitas Menjadi Alat Perbaikan Nyata Masalah Paling Umum yang Ditemui Auditor dalam Event Internal Audit dan Cara Mengatasinya Kesimpulan Internal audit yang efektif bukanlah aktivitas rutin yang hanya berisi jadwal, checklist, dan laporan. Audit harus dimulai dengan persiapan yang matang, memahami tujuan, mempelajari kinerja, mengidentifikasi isu, menyusun program audit berdasarkan risiko, serta berfokus pada perbaikan. Selain itu, teknik sampling harus dilakukan secara strategis dengan memberikan perhatian lebih pada area yang memiliki risiko atau permasalahan tinggi agar audit dapat menghasilkan temuan yang bernilai. Perubahan pola pikir yang paling penting adalah memahami bahwa auditor bukan sekadar pencari kesalahan, tetapi agen perbaikan dalam organisasi. Ketika audit dilakukan dengan pendekatan yang tepat, hasilnya bukan hanya temuan, tetapi perubahan. Bukan hanya laporan, tetapi peningkatan kinerja. Pada akhirnya, internal audit dapat menjadi alat strategis yang membantu organisasi berkembang dan menjadi lebih baik. Internal audit yang hebat tidak diukur dari banyaknya temuan, tetapi dari seberapa besar perbaikan yang berhasil diciptakan. There is Always Room For Improvement Divisi Quality Sentral Sistem Consulting siap melayani Anda untuk memberikan konsultasi Quality Improvement System untuk industri otomotif (IATF 16949:2016) atau Quality Management System yang digunakan untuk berbagai organisasi dan membantu melayani Sertifikasi \& Pelatihan ISO, antara lain ISO 9001, ISO 14064, ISO 14001, ISO 45001, ISO 37001, ISO 27001, ISO 50001, ISO 37301. Info lebih lanjut, silahkan langsung menghubungi: Marketing Sentral Sistem Consulting Hotline: 0821 2121 9252 Email: info@sentralsistem.com Intragram : @sentralsistem Facebook: Sentral Sistem Consulting Linkedln: Sentral Sistem Consulting Youtube: @SentralSistem
Setiap hari Senin, PT. ABC selalu mengadakan kegiatan upacara pagi atau yang dalam manufaktur Jepang dikenal sebagai ASAKAI. Dalam kegiatan tersebut, pihak manajemen menyampaikan kebijakan mutu, sasaran mutu, serta isu-isu dari minggu sebelumnya dan isu-isu eksternal yang dapat mempengaruhi bisnis perusahaan. Pertanyaannya: Apakah kegiatan tersebut dapat dianggap sebagai komunikasi? Jawabannya: Ya. Definisi komunikasi adalah interaksi di mana dua orang atau lebih saling membangun atau pertukaran informasi, yang pada akhirnya mencapai saling pemahaman. Organisasi mungkin telah berusaha yang terbaik dalam mengidentifikasi kebutuhan pelanggan. Organisasi juga memiliki tim yang handal dalam merancang produk serta sekelompok operator ahli dalam memproduksi produk. Namun, jika semua ini tidak dihubungkan melalui komunikasi yang baik, perbedaan persepsi antar fungsi dapat terjadi, menyebabkan kesenjangan antara harapan pelanggan dan produk yang dihasilkan. Inilah mengapa klausul 7.4 ISO-9001:2015 digunakan: komunikasi untuk meniadakan gap persepsi. Persyaratan komunikasi dalam ISO-9001:2015 lebih terperinci daripada edisi sebelumnya. Dalam ISO-9001:2015, diharuskan agar komunikasi internal dan eksternal terkait sistem manajemen mutu dilakukan secara sistematis dengan menentukan konten komunikasi, waktu komunikasi, penerima komunikasi, dan cara penyampaian komunikasi. Meskipun tidak ada persyaratan dokumentasi secara khusus untuk pasal komunikasi, adalah bijaksana untuk mencatat apa, kapan, siapa, dan bagaimana aktivitas komunikasi terjadi. Notulensi dalam rapat atau daftar agenda pertemuan dapat memenuhi kebutuhan dokumentasi ini. Manajemen puncak harus merencanakan metode komunikasi internal dan eksternal yang efektif dengan memanfaatkan sumber daya yang ada. Salah satu cara formal untuk mengatur komunikasi dalam organisasi adalah dengan menyusun matriks komunikasi. Kemungkinan besar, Anda sudah melakukan banyak komunikasi dengan pemangku kepentingan, baik di internal maupun eksternal. Matriks komunikasi berfungsi sebagai ringkasan untuk melihat seluruh komunikasi secara makro, sehingga dapat mengidentifikasi kesenjangan dan tumpang tindih dalam komunikasi. CONTOH MATRIKS KOMUNIKASI
Dalam berbagai sesi pelatihan simulasi internal audit, saya masih sering menjumpai fenomena yang sama berulang kali. Seorang internal auditor memasuki area produksi membawa tumpukan kertas, berusaha tampil seserius mungkin, lalu sibuk mencocokkan dokumen satu per satu: "SOP-nya ada tidak?" "Checklist mesin diisi tidak?" Kolom demi kolom diberi status OK. Auditor pamit. Audit dinyatakan selesai. Model audit seperti ini tidak lebih dari sebuah jebakan administratif. Hasilnya? Tumpukan laporan formalitas yang sama sekali tidak menyentuh akar masalah bisnis yang sesungguhnya. Padahal, jika kita mengacu pada ISO 19011:2018, ruh utama dari internal audit adalah menjadi alat untuk menemukan peluang perbaikan (Opportunity for Improvement) bukan sekadar memastikan dokumen lengkap. Jadwal Audit Bukan Tujuan Akhir Banyak tim QMS merasa tugasnya telah tuntas begitu berhasil menyusun jadwal audit dari Januari hingga Desember. Seolah-olah, jika semua departemen sudah dikunjungi, audit dinyatakan sukses. Padahal, ISO 19011:2018 Klausul 5.1 dengan tegas menyatakan bahwa pengelolaan program audit harus selaras dengan tujuan strategis organisasi. Jadwal hanyalah gateway bukan tujuan akhir. Jika audit hanya sekadar menggugurkan kewajiban "yang penting sudah hadir", maka kita sedang melakukan pemborosan nyata termasuk pemborosan waktu (waste). Saya selalu menegaskan: jika hasil audit tidak berdampak pada perbaikan kinerja perusahaan, maka audit tersebut sama dengan gagal. Audit yang matang tidak memandang auditee sebagai objek yang harus diinspeksi, melainkan sebagai mitra kerja strategis untuk mendeteksi risiko sebelum berkembang menjadi rework atau masalah produksi massal. Bagi seorang auditor, jangan pernah memasuki ruang audit dengan kepala kosong atau hanya mengandalkan copy-paste checklist tahun lalu. Keberhasilan sebuah audit sesungguhnya sudah ditentukan jauh sebelum kita melangkah ke area auditee. ISO 19011:2018 Klausul 6.3 menegaskan bahwa persiapan audit wajib melibatkan analisis mendalam terhadap kinerja proses dan isu-isu riil yang sedang terjadi. Sebagai ilustrasi: sebelum memasuki area machining di sebuah perusahaan manufaktur, saya tidak langsung menanyakan SOP. Langkah pertama saya adalah meminta data performa proses grafik Xbar-R selama sebulan terakhir, misalnya. Ketika saya menemukan pola tren data yang mendekati Upper Control Limit (UCL), atau jam-jam tertentu di mana data sering keluar dari batas kendali (out of control), di situlah titik awal audit yang sesungguhnya. Dari isu riil seperti ini, tujuan audit yang spesifik dan terukur dapat ditetapkan. Bukan tujuan generik seperti: "Memastikan kesesuaian dengan ISO." Melainkan tujuan yang bermakna dan dapat dievaluasi, seperti: "Mengevaluasi stabilitas proses pembuatan sprocket tipe X dan mengidentifikasi faktor penyebab variasi di luar kendali pada shift malam." Ubah Mindset: Dari Mencari Kesalahan ke Mencari Peluang Perbaikan Saat eksekusi di lapangan sebagaimana diatur dalam ISO 19011:2018 Klausul 6.4 auditor harus mengubah mindset secara fundamental. Kita bukan sedang berburu kesalahan receh (nit-picking) seperti "lupa mengisi tanggal di formulir", melainkan sedang mencari OFI (Opportunity for Improvement) yang bermakna bagi bisnis. Suasana audit harus mengalir secara natural, namun tetap berbasis kinerja. Bandingkan dua pendekatan berikut: Pertanyaan berbasis problem-solving akan memancing diskusi yang hidup dan produktif. Auditee tidak akan merasa diinterogasi melainkan diajak berkolaborasi untuk menemukan celah perbaikan dalam proses kerja mereka. Sampling Berbasis Risiko: Kunci Efisiensi Auditor Karena sifat audit adalah sampling, kemampuan auditor dalam memilih sampel yang tepat dan relevan menjadi kunci efisiensi yang sesungguhnya. Prinsip sampling dalam ISO 19011:2018 Annex A.6.2 secara eksplisit menekankan pendekatan berbasis risiko (risk-based sampling). Sayangnya, banyak auditor yang memilih "aman" dengan mengambil sampel di area yang kinerjanya sedang baik-baik saja, atau pada shift di mana operatornya paling berpengalaman. Hasilnya? Tidak ada temuan, semua tampak sempurna di atas kertas tetapi masalah di lapangan terus berulang tanpa solusi. Perlu diluruskan satu hal: menemukan masalah di area yang sedang mengalami kesulitan bukan sebuah aib. Justru di situlah nilai tambah audit kita yang paling nyata. Temuan dari area yang struggling menjadi pintu masuk resmi bagi perusahaan untuk melakukan corrective action yang sistematis dan fundamental sehingga masalah serupa tidak akan muncul kembali. Baca Juga: Prinsip-Prinsip Audit Pada ISO 19011:2018 Penerapan Internal Audit Versi ISO 9001;2015 dan ISO 19011;2018 Having Fun Internal Audit Kesimpulan Internal audit yang berdampak bukan tentang seberapa tebal laporan yang dihasilkan atau seberapa penuh jadwal yang tersusun. Audit yang berdampak diukur dari sejauh mana temuannya mendorong perbaikan kinerja yang nyata bagi organisasi. Tiga prinsip yang harus dipegang setiap internal auditor: Persiapan berbasis data — pelajari kinerja proses dan isu riil sebelum memasuki area auditee. Mindset OFI — fokus pada peluang perbaikan, bukan pencarian kesalahan administratif. Risk-based sampling — pilih sampel di area yang paling berisiko, bukan di area yang paling aman. Mari tingkatkan nilai tambah dari setiap aktivitas audit yang kita lakukan. There is Always Room For Improvement Divisi Quality Sentral Sistem Consulting siap melayani Anda untuk memberikan konsultasi Quality Improvement System untuk industri otomotif (IATF 16949:2016) atau Quality Management System yang digunakan untuk berbagai organisasi dan membantu melayani Sertifikasi \& Pelatihan ISO, antara lain ISO 9001, ISO 14064, ISO 14001, ISO 45001, ISO 37001, ISO 27001, ISO 50001, ISO 37301. Info lebih lanjut, silahkan langsung menghubungi: Marketing Sentral Sistem Consulting Hotline: 0821 2121 9252 Email: info@sentralsistem.com Intragram : @sentralsistem Facebook: Sentral Sistem Consulting Linkedln: Sentral Sistem Consulting Youtube: @SentralSistem
Sebut saja kata "audit" di depan tim Anda dan perhatikan apa yang terjadi. Kemungkinan besar, ada yang langsung terdiam, ada yang tiba-tiba terlihat sangat sibuk, ada yang berpura-pura tidak mendengar. Audit identik dengan ketakutan, formalitas yang kaku, dan kesan "sedang diperiksa". Padahal, seharusnya tidak begitu. Ini bukan berarti audit menjadi tidak serius. Justru sebaliknya audit yang dilakukan dengan pendekatan yang tepat, berdasarkan ISO 19011, dapat menjadi momen paling produktif dan bahkan paling dinantikan oleh tim. Kunci rahasianya? Auditor yang tahu cara membuat auditee merasa aman, didengar, dan dihargai. “The audit is not about finding fault. It’s about finding facts and helping the organization improve.”— ISO 19011 Philosophy ISO 19011 mengajarkan bahwa audit yang baik dimulai dari perencanaan yang matang bukan dari kejutan. Bayangkan Anda diundang ke sebuah acara tanpa tahu dress code-nya. Canggung, bukan? Hal yang sama terjadi dalam audit mendadak yang membuat auditee panik dan bersikap defensif. Komunikasi jadwal audit yang transparan, ruang lingkup yang jelas, serta tujuan yang disampaikan dengan ramah adalah langkah pertama dalam mengubah persepsi negatif terhadap audit. Auditor bukan detektif yang mencari kesalahan mereka adalah mitra yang membantu sistem bekerja lebih baik. Cerita dari Lapangan Rafi, seorang auditor muda di sebuah perusahaan manufaktur, memiliki kebiasaan unik sebelum memulai audit: ia mengirimkan "Audit Hype Card" sebuah pesan singkat berisi tujuan audit dan satu pertanyaan ringan, seperti: "Kalau proses ini bisa diperbaiki satu hal saja, apa yang paling ingin kamu ubah?" Hasilnya? Auditee datang ke sesi audit dengan antusias, bukan dengan cemas. Percakapan mengalir lebih alami, dan temuan yang dihasilkan jauh lebih substantif. Sesi Audit = Sesi Curhat yang Produktif Generasi sekarang, Gen Z dan Millennials butuh ruang untuk didengar. Mereka bukan tipe yang nyaman dengan interogasi satu arah. Nah, disinilah auditor berbasis ISO 19011 punya keunggulan: standar ini mendorong pendekatan berbasis bukti yang objektif, bukan berbasis asumsi atau tuduhan. Saat auditee merasa pertanyaan yang diajukan adalah untuk memahami, bukan menjebak, mereka akan terbuka. Tiba-tiba audit berubah menjadi ruang di mana mereka bisa jujur soal bottleneck di proses kerja, hambatan yang selama ini nggak berani disampaikan ke atasan, bahkan ide-ide segar yang selama ini tersimpan. Auditor yang baik mendengarkan dua kali lebih banyak dari berbicara. Gunakan pertanyaan terbuka seperti: "Ceritain dong, biasanya prosesnya seperti apa?" bukan "Kenapa SOP-nya nggak dijalankan?" “Listening is the most underrated audit skill.”— Richard Chambers, Mantan CEO IIA Global Eksekusi yang Menyenangkan, Hasil yang Serius Fun dalam audit bukan berarti santai tanpa struktur. ISO 19011 tetap mensyaratkan audit yang sistematis, terdokumentasi, dan berorientasi pada peningkatan berkelanjutan. Yang berubah adalah caranya bukan standarnya. Beberapa pendekatan yang dapat diterapkan: Opening meeting yang hangatMulailah dengan apresiasi tulus atas kerja keras tim sebelum masuk ke agenda audit. Suasana yang positif di awal akan menurunkan ketegangan dan membuka komunikasi yang lebih jujur. Gunakan bahasa yang manusiawiGanti istilah "ketidaksesuaian" dengan "peluang perbaikan". Bukan sekadar eufemisme ini adalah perubahan framing yang secara psikologis mengubah respons auditee dari defensif menjadi kolaboratif. Closing meeting yang memotivasiAkhiri sesi audit dengan highlight positif dan pencapaian yang ditemukan, bukan hanya daftar temuan. Auditee harus pulang dengan energi untuk memperbaiki, bukan rasa takut untuk berhadapan dengan atasan. Tindak lanjut yang kolaboratifJadikan follow-up sebagai proyek bersama antara auditor dan auditee bukan kewajiban sepihak yang dibebankan tanpa dukungan. Baca Juga: Prinsip-Prinsip Audit Pada ISO 19011:2018 Penerapan Internal Audit Versi ISO 9001;2015 dan ISO 19011;2018 Kesimpulan Ketika auditee keluar dari sesi audit dengan senyum dan rasa lega itulah tanda bahwa audit telah berhasil: bukan hanya sebagai mekanisme kontrol, tetapi sebagai katalis pertumbuhan organisasi. Audit bukan momok. Audit adalah cermin, jika dipegang dengan cara yang tepat, akan membantu organisasi melihat dirinya lebih jelas dan bergerak lebih maju. Jadilah auditor yang membuat orang berkata, "Kapan audit lagi?" bukan "Syukurlah sudah selesai." There is Always Room for Improvement Kami membantu organisasi bertransformasi menuju kinerja yang lebih efektif, efisien, dan terukur. Melalui implementasi ERP, perancangan ulang proses bisnis (Business Re-Engineering), Business Process Management, hingga program Continuous Improvement yang berkelanjutan. kami memastikan setiap langkah perubahan menghasilkan nilai nyata bagi bisnis Anda. Info lebih lanjut, silahkan langsung menghubungi: Marketing Sentral Sistem Consulting Hotline: 0821 2121 9252 Email: info@sentralsistem.com Intragram : @sentralsistem Facebook: Sentral Sistem Consulting Linkedln: Sentral Sistem Consulting Youtube: @SentralSistem
Training SPC AIAG-VDA Combine Method 2026 Statistical Process Control (SPC) merupakan salah satu Core Tools yang sangat penting dalam penerapan IATF 16949. Pada tahun 2026, AIAG dan VDA merilis pembaruan SPC Manual yang menggabungkan pendekatan Amerika (AIAG) dan Jerman (VDA) menjadi satu metode implementasi yang lebih sistematis. Training ini dirancang untuk membantu peserta memahami perubahan konsep SPC terbaru, bukan hanya menghitung nilai Cp dan Cpk, tetapi juga memahami bagaimana mengendalikan variasi proses secara menyeluruh mulai dari validitas data, stabilitas proses, machine capability hingga ongoing process capability. Mengapa SPC AIAG-VDA 2026 Penting? Versi terbaru SPC Manual membawa perubahan cara pandang terhadap pengendalian proses statistik. Fokusnya tidak lagi hanya pada angka capability, tetapi memastikan bahwa proses benar-benar stabil sebelum dilakukan analisis capability. Beberapa perubahan penting meliputi: Integrasi metode AIAG dan VDA Pendekatan capability yang lebih sistematis Penekanan pada Measurement System sebagai fondasi SPC Penggunaan Machine Capability, Preliminary Process Capability, dan Ongoing Process Capability secara berurutan Pemilihan indeks capability yang tepat seperti Cp, Cpk, Pp, dan Ppk Pendekatan ini membantu perusahaan meningkatkan kualitas produk sekaligus memenuhi persyaratan industri otomotif. Apa yang Akan Dipelajari? Dalam training ini peserta akan mempelajari: Konsep terbaru SPC AIAG-VDA Perbedaan pendekatan AIAG dan VDA Measurement System sebagai dasar implementasi SPC Control Chart dan stabilitas proses Machine Capability Preliminary Process Capability Ongoing Process Capability Capability & Performance Index (Cp, Cpk, Pp, Ppk) Studi kasus implementasi SPC di industri Materi disampaikan secara aplikatif sehingga peserta dapat langsung menerapkannya di perusahaan. Jadwal Training SPC AIAG-VDA 2026 Tanggal : Jumat, 31 Juli 2026 Waktu : 09.00 – 16.00 WIB Lokasi : Hotel Zuri Express Lippo Cikarang Investasi: Rp1.200.000/peserta (belum termasuk PPN) Benefit Mengikuti Training Peserta akan mendapatkan: Sertifikat Training E-Material Template SPC Studi kasus industri Diskusi interaktif dengan praktisi Kesempatan konsultasi mengenai implementasi SPC di perusahaan Mengapa Memilih Training dari Sentral Sistem Consulting? Training disusun berdasarkan SPC Manual AIAG & VDA terbaru dengan pendekatan yang praktis dan mudah diterapkan di perusahaan manufaktur. Peserta tidak hanya mempelajari teori, tetapi juga memahami alur implementasi SPC mulai dari Measurement System hingga Capability Analysis melalui studi kasus nyata. Daftar Sekarang Kuota peserta terbatas agar proses diskusi lebih efektif. Hubungi Marketing: 0821-2121-9252 atau lakukan pendaftaran melalui QR Code yang tersedia pada poster. DAFTAR DISINI YAA!
REGISTER HERE! Banyak perusahaan telah memiliki dokumen lingkungan, namun masih menghadapi kendala dalam proses pelaporan melalui SIMPEL KLH—baik dari sisi teknis, pemahaman sistem, hingga implementasi di lapangan. Melalui Public Training SIMPEL, peserta akan dibekali pemahaman yang komprehensif sekaligus praktik langsung, sehingga proses pelaporan dapat dilakukan dengan lebih tepat, sistematis, dan sesuai ketentuan. Dalam pelatihan ini, peserta akan mempelajari: • Konsep dasar pelaporan dokumen lingkungan • Penerapan sistem pelaporan elektronik SIMPEL KLH • Workshop teknis pengisian pelaporan secara langsung Selain itu, peserta juga akan mendapatkan pemahaman praktis terkait pengisian pelaporan seperti RKL-RPL, PLB3, PPU, PPA, B3, hingga pelaporan sampah secara lebih terstruktur. Fasilitas: Sertifikat resmi Materi pelatihan lengkap Lunch & coffee break Networking dengan profesional di bidangnya Tingkatkan kesiapan tim Anda dalam menghadapi kewajiban pelaporan lingkungan secara lebih efektif dan efisien. Untuk informasi lebih lanjut, hubungi 082121219252 (Marketing).
REGISTER HERE! Public Training Kalibrasi Sistem manajemen mutu mensyaratkan perusahaan untuk melakukan kalibrasi peralatan ukur yang dipakai selama proses produksi. Selain untuk persyaratan admnistrasi, kalibrasi memiliki banyak manfaat, salah satunya untuk menghindari cacat produk serta untuk meminimalisir kecelakaan kerja ketika proses produksi. Oleh karena itu, alangkah lebih baik jika sebuah perusahaan memiliki kalibrator internal untuk mengkalibrasi alat ukur secara rutin. Tujuan Training Kalibrasi 1. Memiliki kemampuan melakukan kalibrasi alat ukur dengan metode dan prosedur yang berlaku secara internasional. 2. Mengetahui teknik kalibrasi, verifikasi alat ukur, alat pantau besaran dimensi dan volume, serta mampu melakukan kalibrasi internal secara tepat. 3. Mengerti mengenai standar dari masing-masing konsep kalibrasi, verifikasi, dan manajemen kalibrasi sesuai dengan standar acuan yang sudah dibakukan. 4. Mampu melakukan kalibrasi alat ukur serta analisis perhitungan ketidakpastian dari data kalibrasi dengan memahami ketidakpastian dan perhitungannya. 5. Mengetahui seberapa jauh kesalahan (penyimpangan) alat ukur, sehingga ketelitian alat ukur tersebut dapat diketahui. 6. Mampu dan mengerti cara membaca dan membuat laporan hasil kalibrasi, termasuk sertifikat kalibrasi. Nilai Tambah Training Kalibrasi bersama Sentral Sistem Training berkonsep ROTI (Return On Training Investment)Peserta diwajibkan menerapkan ilmu yang sudah diberikan melalui “Implementation Challenge”, yang meliputi: a. Menyusun satu rencana perbaikan yang disepakati oleh Management b. Menyusun program kerja untuk mencapai target c. Melaksanakan program kerja, evaluasi dan perbaikan d. Presentasi hasil, menyampaikan ide dan gagasan 2. Fokus pada perubahan pola pikir 3. Training dengan pendekatan logika 4. Training yang bersifat “Fun” 5. Sentral Sistem memiliki Laboratorium Kalibrasi sendiri yang telah terakreditasi KAN 6. Trainer Sentral Sistem memiliki banyak pengalaman menyelesaikan permasalahan teknis di lapangan seputar kalibrasi alat
REGISTER HERE! Public Training Kalibrasi Sistem manajemen mutu mensyaratkan perusahaan untuk melakukan kalibrasi peralatan ukur yang dipakai selama proses produksi. Selain untuk persyaratan admnistrasi, kalibrasi memiliki banyak manfaat, salah satunya untuk menghindari cacat produk serta untuk meminimalisir kecelakaan kerja ketika proses produksi. Oleh karena itu, alangkah lebih baik jika sebuah perusahaan memiliki kalibrator internal untuk mengkalibrasi alat ukur secara rutin. Tujuan Training Kalibrasi 1. Memiliki kemampuan melakukan kalibrasi alat ukur dengan metode dan prosedur yang berlaku secara internasional. 2. Mengetahui teknik kalibrasi, verifikasi alat ukur, alat pantau besaran dimensi dan volume, serta mampu melakukan kalibrasi internal secara tepat. 3. Mengerti mengenai standar dari masing-masing konsep kalibrasi, verifikasi, dan manajemen kalibrasi sesuai dengan standar acuan yang sudah dibakukan. 4. Mampu melakukan kalibrasi alat ukur serta analisis perhitungan ketidakpastian dari data kalibrasi dengan memahami ketidakpastian dan perhitungannya. 5. Mengetahui seberapa jauh kesalahan (penyimpangan) alat ukur, sehingga ketelitian alat ukur tersebut dapat diketahui. 6. Mampu dan mengerti cara membaca dan membuat laporan hasil kalibrasi, termasuk sertifikat kalibrasi. Nilai Tambah Training Kalibrasi bersama Sentral Sistem Training berkonsep ROTI (Return On Training Investment)Peserta diwajibkan menerapkan ilmu yang sudah diberikan melalui “Implementation Challenge”, yang meliputi: a. Menyusun satu rencana perbaikan yang disepakati oleh Management b. Menyusun program kerja untuk mencapai target c. Melaksanakan program kerja, evaluasi dan perbaikan d. Presentasi hasil, menyampaikan ide dan gagasan 2. Fokus pada perubahan pola pikir 3. Training dengan pendekatan logika 4. Training yang bersifat “Fun” 5. Sentral Sistem memiliki Laboratorium Kalibrasi sendiri yang telah terakreditasi KAN 6. Trainer Sentral Sistem memiliki banyak pengalaman menyelesaikan permasalahan teknis di lapangan seputar kalibrasi alat
Event Public Training: IATF & Core Tools Tingkatkan Kualitas Sistem Manajemen Otomotif Anda dengan IATF & Core Tools Apakah perusahaan Anda sedang mencari cara untuk memenuhi standar internasional di industri otomotif? Bergabunglah dengan Public Training IATF & Core Tools, solusi lengkap untuk memahami dan menerapkan sistem manajemen kualitas berbasis IATF 16949:2016. Apa Itu IATF & Core Tools? IATF 16949:2016 adalah standar internasional yang dirancang khusus untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas dalam industri otomotif. Core Tools seperti APQP, PPAP, FMEA, MSA, dan SPC adalah alat utama untuk mendukung implementasi standar ini. Pelatihan ini adalah pilihan terbaik untuk Anda yang ingin: Menguasai persyaratan IATF 16949. Mengoptimalkan penggunaan Core Tools dalam proses produksi. Memperoleh keunggulan kompetitif di pasar otomotif. Tujuan Pelatihan Pelatihan ini dirancang untuk: Memberikan pemahaman komprehensif tentang persyaratan IATF 16949:2016. Melatih peserta dalam penggunaan Core Tools untuk meningkatkan kualitas proses dan produk. Membantu perusahaan memenuhi persyaratan audit IATF dengan lebih mudah. Mengapa Harus Mengikuti Seminar IATF Ini? Pelatihan kami menggunakan metode: Interaktif, dengan diskusi dan sesi tanya jawab yang mendalam. Praktis, melalui simulasi dan studi kasus nyata dari implementasi IATF di industri. Komprehensif, dipandu oleh konsultan IATF berpengalaman yang telah membantu berbagai perusahaan otomotif. Detail Pelaksanaan Lokasi: Hotel Zuri Express, Cikarang Tanggal: 12-13 Febuari 2025 Investasi: Rp 2.000.000/partisipan Fasilitas yang Didapatkan Peserta akan mendapatkan: Sertifikat. Materi pelatihan lengkap (hardcopy). Konsumsi selama pelatihan (lunch & coffee break). Kesempatan untuk berjejaring dengan profesional lainnya di industri otomotif. Siapa yang Harus Mengikuti Pelatihan IATF Ini? Pelatihan ini sangat cocok untuk: Manajer dan staf kualitas. Profesional di bidang produksi dan teknik. Auditor internal. Siapa saja yang ingin memahami dan menerapkan sistem manajemen kualitas otomotif. Cara Pendaftaran Segera daftarkan diri Anda melalui: Telepon/WhatsApp: 082121219252 (Marketing) Daftar disini Email: info@sentralsistem.com Jangan lewatkan kesempatan emas untuk meningkatkan daya saing perusahaan Anda. Kuota terbatas, daftar sekarang juga! Dapatkan Pelatihan dan Layanan Jasa IATF Terbaik di Cikarang! Dengan keahlian konsultan IATF kami, pastikan perusahaan Anda siap menghadapi tantangan industri otomotif. Cari tahu lebih lanjut tentang pelatihan kami melalui pencarian: seminar IATF, layanan jasa IATF, pelatihan Core Tools.
REGISTER HERE! Public Training Kalibrasi Sistem manajemen mutu mensyaratkan perusahaan untuk melakukan kalibrasi peralatan ukur yang dipakai selama proses produksi. Selain untuk persyaratan admnistrasi, kalibrasi memiliki banyak manfaat, salah satunya untuk menghindari cacat produk serta untuk meminimalisir kecelakaan kerja ketika proses produksi. Oleh karena itu, alangkah lebih baik jika sebuah perusahaan memiliki kalibrator internal untuk mengkalibrasi alat ukur secara rutin. Tujuan Training Kalibrasi 1. Memiliki kemampuan melakukan kalibrasi alat ukur dengan metode dan prosedur yang berlaku secara internasional. 2. Mengetahui teknik kalibrasi, verifikasi alat ukur, alat pantau besaran dimensi dan volume, serta mampu melakukan kalibrasi internal secara tepat. 3. Mengerti mengenai standar dari masing-masing konsep kalibrasi, verifikasi, dan manajemen kalibrasi sesuai dengan standar acuan yang sudah dibakukan. 4. Mampu melakukan kalibrasi alat ukur serta analisis perhitungan ketidakpastian dari data kalibrasi dengan memahami ketidakpastian dan perhitungannya. 5. Mengetahui seberapa jauh kesalahan (penyimpangan) alat ukur, sehingga ketelitian alat ukur tersebut dapat diketahui. 6. Mampu dan mengerti cara membaca dan membuat laporan hasil kalibrasi, termasuk sertifikat kalibrasi. Nilai Tambah Training Kalibrasi bersama Sentral Sistem Training berkonsep ROTI (Return On Training Investment) Peserta diwajibkan menerapkan ilmu yang sudah diberikan melalui “Implementation Challenge”, yang meliputi: a. Menyusun satu rencana perbaikan yang disepakati oleh Management b. Menyusun program kerja untuk mencapai target c. Melaksanakan program kerja, evaluasi dan perbaikan d. Presentasi hasil, menyampaikan ide dan gagasan 2. Fokus pada perubahan pola pikir 3. Training dengan pendekatan logika 4. Training yang bersifat “Fun” 5. Sentral Sistem memiliki Laboratorium Kalibrasi sendiri yang telah terakreditasi KAN 6. Trainer Sentral Sistem memiliki banyak pengalaman menyelesaikan permasalahan teknis di lapangan seputar kalibrasi alat REGISTER HERE!
DAFTAR SEKARANG Belajar dari sejarah dimana banyak perusahaan yang mengabaikan sistem perencanaan, yang berdampak pada banyaknya masalah setelah proses produksi masal dilakukan. Oleh karena itu, IATF 16949 mengajarkan kita untuk lebih fokus pada perencanaan untuk mempersiapkan proses produksi yang baik sejak awal proses produksi massal dilakukan. Maka diperlukan APQP (Advance Product Quality Planning) sebagai project manajemen yang diterapkan pada saat development produk baru. Setelah 16 tahun tidak berubah, akhirnya APQP direvisi mengikuti perkembangan standar, teknologi, dan dan bisnis. Di dalam APQP edisi ke-3, Control Plan memiliki perubahan yang harus dilakukan perusahaan yang telah tersertifikasi IATF 16949:2016. Oleh karena itu, pada Maret 2024 terbitlah manual Control Plan edisi pertama. Temukan ulasan menarik mengenai perubahan besar pada APQP Edisi ke-3 dan Control Plan Edisi Pertama pada seminar dari Sentral Sistem Consulting. Pembicara: Imanuel Iman - CEO Sentral Sistem Consulting Lysdianto - Consultant Specialized in Quality and Managing Risk in Automotive Industry Pelaksanaan: Tanggal: 26 Juni 2024 (Seminar APQP) dan 27 Juni 2024 (Seminar Control Plan) Waktu: 09.00 - 16.00 Tempat: Hotel Horison Ultima, Bekasi Agenda: 1. Day 1 - APQP Materi: Latar belakang perubahan Penerapan Risk Management dalam APQP Penerapan Gated Management Penerapan Soft Launching Perubahan lainnya Workshop: Penerapan Risk Management Penerapan Gated Management 2. Day 2 - Control Plan Materi: Latar belakang perubahan Persyaratan vs Guideline Control Plan development Optimalisasi Control Plan Reverse FMEA, Layered Process Audit, Dynamic Control Plan Workshop: Optimalisasi Control Plan Reverse FMEA, Layered Process Audit, Dynamic Control Plan Investasi: Rp 1.000.000/day DAFTAR SEKARANG Dapatkan diskon 15% dengan memasukkan Kode Promo: MKT15
REGISTER HERE! Public Training Kalibrasi Sistem manajemen mutu mensyaratkan perusahaan untuk melakukan kalibrasi peralatan ukur yang dipakai selama proses produksi. Selain untuk persyaratan admnistrasi, kalibrasi memiliki banyak manfaat, salah satunya untuk menghindari cacat produk serta untuk meminimalisir kecelakaan kerja ketika proses produksi. Oleh karena itu, alangkah lebih baik jika sebuah perusahaan memiliki kalibrator internal untuk mengkalibrasi alat ukur secara rutin. Tujuan Training Kalibrasi 1. Memiliki kemampuan melakukan kalibrasi alat ukur dengan metode dan prosedur yang berlaku secara internasional. 2. Mengetahui teknik kalibrasi, verifikasi alat ukur, alat pantau besaran dimensi dan volume, serta mampu melakukan kalibrasi internal secara tepat. 3. Mengerti mengenai standar dari masing-masing konsep kalibrasi, verifikasi, dan manajemen kalibrasi sesuai dengan standar acuan yang sudah dibakukan. 4. Mampu melakukan kalibrasi alat ukur serta analisis perhitungan ketidakpastian dari data kalibrasi dengan memahami ketidakpastian dan perhitungannya. 5. Mengetahui seberapa jauh kesalahan (penyimpangan) alat ukur, sehingga ketelitian alat ukur tersebut dapat diketahui. 6. Mampu dan mengerti cara membaca dan membuat laporan hasil kalibrasi, termasuk sertifikat kalibrasi. Nilai Tambah Training Kalibrasi bersama Sentral Sistem Training berkonsep ROTI (Return On Training Investment) Peserta diwajibkan menerapkan ilmu yang sudah diberikan melalui “Implementation Challenge”, yang meliputi: a. Menyusun satu rencana perbaikan yang disepakati oleh Management b. Menyusun program kerja untuk mencapai target c. Melaksanakan program kerja, evaluasi dan perbaikan d. Presentasi hasil, menyampaikan ide dan gagasan 2. Fokus pada perubahan pola pikir 3. Training dengan pendekatan logika 4. Training yang bersifat “Fun” 5. Sentral Sistem memiliki Laboratorium Kalibrasi sendiri yang telah terakreditasi KAN 6. Trainer Sentral Sistem memiliki banyak pengalaman menyelesaikan permasalahan teknis di lapangan seputar kalibrasi alat REGISTER HERE!
REGISTER HERE! Public Training Kalibrasi Sistem manajemen mutu mensyaratkan perusahaan untuk melakukan kalibrasi peralatan ukur yang dipakai selama proses produksi. Selain untuk persyaratan admnistrasi, kalibrasi memiliki banyak manfaat, salah satunya untuk menghindari cacat produk serta untuk meminimalisir kecelakaan kerja ketika proses produksi. Oleh karena itu, alangkah lebih baik jika sebuah perusahaan memiliki kalibrator internal untuk mengkalibrasi alat ukur secara rutin. Tujuan Training Kalibrasi 1. Memiliki kemampuan melakukan kalibrasi alat ukur dengan metode dan prosedur yang berlaku secara internasional. 2. Mengetahui teknik kalibrasi, verifikasi alat ukur, alat pantau besaran dimensi dan volume, serta mampu melakukan kalibrasi internal secara tepat. 3. Mengerti mengenai standar dari masing-masing konsep kalibrasi, verifikasi, dan manajemen kalibrasi sesuai dengan standar acuan yang sudah dibakukan. 4. Mampu melakukan kalibrasi alat ukur serta analisis perhitungan ketidakpastian dari data kalibrasi dengan memahami ketidakpastian dan perhitungannya. 5. Mengetahui seberapa jauh kesalahan (penyimpangan) alat ukur, sehingga ketelitian alat ukur tersebut dapat diketahui. 6. Mampu dan mengerti cara membaca dan membuat laporan hasil kalibrasi, termasuk sertifikat kalibrasi. Nilai Tambah Training Kalibrasi bersama Sentral Sistem Training berkonsep ROTI (Return On Training Investment) Peserta diwajibkan menerapkan ilmu yang sudah diberikan melalui “Implementation Challenge”, yang meliputi: a. Menyusun satu rencana perbaikan yang disepakati oleh Management b. Menyusun program kerja untuk mencapai target c. Melaksanakan program kerja, evaluasi dan perbaikan d. Presentasi hasil, menyampaikan ide dan gagasan 2. Fokus pada perubahan pola pikir 3. Training dengan pendekatan logika 4. Training yang bersifat “Fun” 5. Sentral Sistem memiliki Laboratorium Kalibrasi sendiri yang telah terakreditasi KAN 6. Trainer Sentral Sistem memiliki banyak pengalaman menyelesaikan permasalahan teknis di lapangan seputar kalibrasi alat REGISTER HERE!
REGISTER HERE! FREE ONLINE TRAINING MONTHLY RECHARGE 5 Seperti halnya ponsel, otak juga perlu di-"charge" agar tidak "lowbatt". Mari charge otak kita dengan pengetahuan baru setiap bulannya hanya di MONTHLY RECHARGE by Sentral Sistem Consulting. TEMA: PoNC/CoNC - Perencanaan Biaya Kualitas dalam IATF 16949 NARASUMBER: Lisdyanto, dipl.lng, dipl.wirt.lng Senior Consultant of Standard Management System (Automotive, Manufacture, Energy, and Asset Management) - Implementator and Auditor Specialist BCMS (Business Continuity Management System) ISO 22301 for Domestic and Overseas Clients MATERI TRAINING: Identifikasi dari Cost of Non-Conformance Anatomi dari Cost of Non-Conformance Metode Kalkulasi Cost of Non-Conformance Praktik Penyusunan Cost of Non-Conformance Code of Conduct PELAKSANAAN TRAINING: Hari, tanggal : Sabtu, 02 Desember 2023Waktu : 10.00 - 12.00 WIBTempat : Live Zoom Meeting/Channel YouTube "Sentral Sistem" DAFTAR SEKARANG! LIMITED SEAT!