Penulis: Tri Amdani Kumbasari, S.KM
Di tengah meningkatnya urgensi perubahan iklim global, organisasi di seluruh dunia kini dihadapkan pada tuntutan untuk tidak hanya menyatakan komitmen lingkungan, tetapi juga membuktikannya melalui data yang akurat. ISO 14064 hadir sebagai standar internasional yang memberikan kerangka kerja sistematis untuk kuantifikasi dan pelaporan emisi serta penyerapan Gas Rumah Kaca (GRK). Inti dari standar ini terletak pada proses inventarisasi emisi, sebuah prosedur teknis yang mengubah aktivitas operasional menjadi angka karbon yang terverifikasi.
Inventarisasi emisi bukan sekadar kegiatan pencatatan administratif. Secara sederhana, inventarisasi emisi adalah daftar terperinci dari sumber-sumber emisi, serapan emisi (jika ada), serta jumlah emisi yang dilepaskan ke atmosfer dalam periode tertentu. Menurut ISO 14064-1, proses ini harus memenuhi lima prinsip utama: Relevansi, Kelengkapan, Konsistensi, Akurasi, dan Transparansi. Prinsip-prinsip ini memastikan bahwa laporan yang dihasilkan dapat dipercaya oleh pemangku kepentingan, investor, maupun auditor eksternal. Tanpa inventarisasi yang jujur, strategi dekarbonisasi sebuah perusahaan akan kehilangan arah.
Langkah-Langkah dalam Inventarisasi
Sebelum menghitung, kita harus tahu "siapa" yang dihitung. Apakah hanya kantor pusat? Atau termasuk pabrik dan anak perusahaan? ISO 14064 mengizinkan kita memilih pendekatan kontrol (kendali operasi/keuangan) atau pendekatan pangsa ekuitas. Langkah ini krusial agar tidak terjadi penghitungan ganda (double counting) dengan mitra bisnis Anda.
Berbeda dengan model "Scope" lama, versi terbaru ISO 14064-1:2018 menekankan pada enam kategori emisi (lihat artikel Mengenal Klasifikasi Emisi Karbon dalam ISO 14064: Panduan Navigasi Jejak Hijau):
Disinilah peran tim lingkungan untuk mencatat:
Kita jarang bisa mengukur emisi langsung dari sumbernya sepanjang waktu. Oleh karena itu, kita menggunakan Faktor Emisi. Faktor emisi ini harus bersumber dari data yang diakui secara nasional maupun internasional, seperti data dari KLHK atau IPCC. Rumus dasarnya cukup sederhana:
Data Aktivitas x Faktor Emisi = Emisi GRK
Misalnya, jika Anda menggunakan 1.000 liter solar, Anda akan mengalikannya dengan faktor emisi solar (2,54 kg CO2/liter) untuk mendapatkan angka ton CO2 ekuivalen (CO2e).
Ini adalah tahap yang paling menantang karena data yang disajikan harus valid. ISO 14064 mewajibkan organisasi untuk memiliki prosedur manajemen kualitas data. Bukti berupa tagihan listrik (PLN), catatan pengisian BBM, atau manifes limbah harus tersimpan dengan baik. Laporan akhir harus disajikan secara transparan, mencakup periode pelaporan, metodologi yang digunakan, serta perbandingan dengan tahun dasar (base year). Dalam ISO 14064, kualitas data sangat menentukan apakah laporan Anda nantinya bisa "lulus" verifikasi pihak ketiga atau tidak.
Mengapa Harus Melakukan Inventarisasi Sekarang?
Mungkin ada yang bertanya, "Kenapa repot-repot sekarang?" Jawabannya sederhana: transparansi adalah mata uang baru.
Melakukan inventarisasi emisi sesuai ISO 14064 memang membutuhkan ketelitian, namun proses ini memberikan wawasan yang luar biasa mendalam bagi organisasi. Ini adalah langkah pertama dari perjalanan panjang menuju Net Zero Emission. Dengan data yang akurat, simplifikasi strategi penurunan emisi menjadi jauh lebih mudah dilakukan.
There is Always Room For Improvement
Divisi Environmental Improvement yang siap melayani Anda untuk memberikan konsultasi lingkungan dan membantu Penyusunan Dokumen AMDAL, UKL-UPL, SPPLH, SIMPEL, Program Safe and Save (Program Improvement Lingkungan untuk Safe untuk lingkungan dan Save dari pengeluaran biaya lingkungan), membantu Anda untuk Audit Proper Lingkungan.
Info lebih lanjut, silahkan langsung menghubungi:
Marketing Sentral Sustainability Consulting
What did you think of this post?