Penulis: Tri Amdani Kumbasari, S.KM
Dunia korporasi saat ini tidak lagi sekadar bicara soal profitabilitas, melainkan juga akuntabilitas lingkungan. Salah satu instrumen paling krusial dalam hal ini adalah ISO 14064, standar internasional yang memberikan kerangka kerja bagi organisasi untuk mengukur, melaporkan, dan memverifikasi emisi Gas Rumah Kaca (GRK).
Namun, sebelum sebuah organisasi bisa melakukan aksi dekarbonisasi, mereka harus memahami "peta" emisi mereka sendiri. Di sinilah pentingnya memahami klasifikasi atau kategori emisi yang diatur dalam ISO 14064-1.
Mengapa Klasifikasi itu Penting?
Tanpa klasifikasi yang jelas, upaya penghitungan emisi akan menjadi kacau. Bayangkan Anda sedang melakukan audit; Anda tidak bisa mencampuradukkan emisi yang keluar langsung dari cerobong pabrik dengan emisi yang dihasilkan dari perjalanan dinas karyawan menggunakan pesawat. Klasifikasi membantu organisasi mengidentifikasi "titik panas" (hotspots) emisi sehingga strategi mitigasi bisa dilakukan secara tepat sasaran.
Tiga Kategori Utama (Kategori 1 hingga 6)
Dalam pembaruan standarnya, ISO 14064-1 telah bergeser dari istilah "Scope" (yang populer di GHG Protocol) menuju klasifikasi berbasis kategori yang lebih detail. Berikut adalah rinciannya:
Merupakan emisi yang berasal dari sumber-sumber yang dimiliki atau dikendalikan secara langsung oleh organisasi. Contohnya adalah pembakaran bahan bakar di mesin stasioner (generator, boiler) atau mesin bergerak (kendaraan operasional). Jika pabrik Anda memiliki cerobong asap yang melepaskan CO2, itulah Kategori 1.
Kategori ini mencakup emisi yang dihasilkan dari pembangkitan energi yang dibeli oleh organisasi, seperti listrik, panas, atau uap (steam). Meskipun emisi fisiknya terjadi di lokasi pembangkit listrik (misalnya PLTU), organisasi Anda bertanggung jawab atas emisi tersebut karena Anda adalah penggunanya.
Bagian ini adalah yang paling menantang sekaligus paling luas, karena mencakup seluruh rantai nilai (value chain):
Banyak praktisi lingkungan merasa kewalahan saat melihat daftar panjang kategori ini. Namun, kuncinya adalah simplifikasi tanpa mengurangi substansi. Organisasi tidak perlu langsung sempurna dalam menghitung Kategori 3 sampai 6 di tahun pertama. Langkah yang bijak adalah memulai dengan Kategori 1 dan 2 yang datanya lebih mudah dikendalikan (lewat tagihan listrik dan catatan BBM), kemudian secara bertahap memperluas cakupan ke rantai pasok.
Manfaat bagi Organisasi
Mengikuti klasifikasi ISO 14064 bukan sekadar urusan kepatuhan (compliance). Ada nilai strategis di baliknya:
ISO 14064 hadir bukan untuk mempersulit, melainkan untuk memberikan bahasa yang seragam secara global mengenai bagaimana kita memperlakukan emisi karbon. Dengan memahami klasifikasi ini, organisasi Anda tidak hanya sekadar "tahu" bahwa Anda melepaskan karbon, tapi Anda "paham" dari mana asalnya dan bagaimana cara menguranginya.
There is Always Room For Improvement
Divisi Environmental Improvement yang siap melayani Anda untuk memberikan konsultasi lingkungan dan membantu Penyusunan Dokumen AMDAL, UKL-UPL, SPPLH, SIMPEL, Program Safe and Save (Program Improvement Lingkungan untuk Safe untuk lingkungan dan Save dari pengeluaran biaya lingkungan), membantu Anda untuk Audit Proper Lingkungan.
Info lebih lanjut, silahkan langsung menghubungi:
Marketing Sentral Sustainability Consulting
What did you think of this post?