Penulis: Hasiholan Simanjuntak
ISO sedang/telah merampungkan revisi ISO 9001:2015 menjadi ISO 9001:2026. Ulasan di bawah mengacu pada Committee Draft 2 (CD2), sehingga rincian pada edisi final dapat berbeda. Gunakan artikel ini sebagai gambaran arah perubahan, dan rujuk standar resmi untuk implementasi.
Revisi ISO 9001:2015 menjadi ISO 9001:2026 tidak mengubah High Level Structure (HLS), tetapi memperjelas substansi persyaratan, menyempurnakan terminologi, dan memperkuat keterkaitan Sistem Manajemen Mutu (SMM) dengan tata kelola organisasi. Secara umum, revisi ini lebih menyasar kedalaman implementasi daripada perubahan tampilan.
Struktur 10 klausul dipertahankan. Klausul 1–3 memuat ruang lingkup, acuan normatif, serta istilah dan definisi. Klausul yang memuat persyaratan adalah:
Pada ISO 9001:2015, Annex A menjelaskan klasifikasi struktur, terminologi, dan konsep baru. Pada CD2, Annex A tidak lagi berfokus pada transisi dari versi lama, tetapi pada:
Dengan demikian, Annex A lebih berfungsi sebagai upaya harmonisasi interpretasi secara global, bukan sekadar penjelasan perubahan versi.
Pada praktiknya, banyak organisasi hanya menyusun analisis SWOT atau daftar pihak berkepentingan tanpa menghubungkannya dengan SMM. Pada draf ini, penekanannya adalah:
Draf ini menegaskan bahwa SMM harus menjadi bagian dari tata kelola (governance) organisasi, bukan sistem yang berdiri sendiri. Ekspektasi terhadap manajemen puncak meningkat, meliputi:
Manajemen perlu memastikan bahwa tinjauan manajemen bukan formalitas, KPI mutu dibahas dalam rapat strategis, dan kebijakan mutu benar-benar menjadi bagian dari arah organisasi. Bukti keterlibatan pimpinan diperkirakan akan dinilai secara lebih substansial, tidak berhenti pada tanda tangan kebijakan.
ISO 9001:2015 memperkenalkan risk-based thinking tanpa mewajibkan metode tertentu. Pada CD2:
Organisasi kemungkinan perlu menyusun metodologi identifikasi risiko yang terdokumentasi, menetapkan kriteria evaluasi risiko, dan mengintegrasikan risiko ke perencanaan operasional. ISO 9001 tidak mewajibkan ISO 31000, tetapi pendekatan yang sistematis merupakan praktik yang baik.
Konsep organizational knowledge dipertahankan dan menjadi makin relevan seiring digitalisasi proses, pergantian karyawan, dan kebutuhan transfer pengetahuan. Organisasi perlu:
Hal ini berdampak pada sistem pelatihan, matriks kompetensi, dan dokumentasi teknis.
Klausul 8 adalah inti operasional sistem manajemen. Penekanan terbaru meliputi:
Untuk pemasok berisiko tinggi, organisasi perlu mempertimbangkan evaluasi berkala, pemantauan kinerja, dan kriteria penerimaan yang lebih ketat. Menerapkan satu metode yang sama untuk semua pemasok akan semakin sulit dipertanggungjawabkan saat audit.
CD2 mendorong organisasi untuk menginterpretasikan tren, menghubungkan hasil analisis dengan keputusan, dan menggunakan data untuk perbaikan nyata. Pemilik sistem dapat menguji dengan tiga pertanyaan: apakah analisis menghasilkan tindakan, apakah manajemen menggunakan data untuk mengambil keputusan, dan apakah KPI relevan dengan konteks dan risiko.
Struktur klausul ini tidak berubah signifikan, tetapi hubungan antara ketidaksesuaian (nonconformity) dan tindakan korektif diperjelas, dengan penekanan pada verifikasi efektivitas tindakan. Organisasi perlu memastikan:
Pendekatan 8D atau metode pemecahan masalah lain menjadi semakin relevan.
Tidak ada kewajiban prosedur baru. Pendekatannya tetap berbasis documented information, bukan prosedur yang kaku. Namun, organisasi perlu memperkuat:
Revisi ISO 9001 bergerak ke arah SMM yang lebih terintegrasi dengan strategi dan tata kelola, pengelolaan risiko yang lebih sistematis, serta perbaikan yang efektivitasnya dapat dibuktikan. Organisasi dapat mulai mengevaluasi kesiapan SMM saat ini, misalnya dengan gap analysis terhadap ISO 9001:2015, lalu menyesuaikannya ketika persyaratan edisi final dan ketentuan transisi sudah jelas.
Kebutuhan setiap organisasi berbeda, baik dari sisi proses bisnis, tingkat risiko, maupun kematangan sistem. Jika Anda ingin berdiskusi tentang kesiapan SMM, gap analysis, atau persiapan menghadapi ISO 9001:2026, tim Sentral Sistem siap membantu melalui konsultasi awal.
There is Always Room For Improvement
Divisi Quality Sentral Sistem Consulting siap melayani Anda untuk memberikan konsultasi Quality Improvement System untuk industri otomotif (IATF 16949:2016) atau Quality Management System yang digunakan untuk berbagai organisasi dan membantu melayani Sertifikasi \& Pelatihan ISO, antara lain ISO 9001, ISO 14064, ISO 14001, ISO 45001, ISO 37001, ISO 27001, ISO 50001, ISO 37301.
Info lebih lanjut, silahkan langsung menghubungi:
Marketing Sentral Sistem Consulting
What did you think of this post?