TCFD (Task Force on Climate-Related Financial Disclosure), atau disebut Satuan Tugas Pengungkapan Keuangan Terkait Iklim, adalah organisasi global yang dibentuk untuk mengembangkan serangkaian pengungkapan terkait iklim. Rekomendasi dari TCFD digunakan oleh perusahaan dan lembaga keuangan untuk memberikan informasi kepada investor, pemegang saham, dan masyarakat mengenai risiko keuangan terkait iklim mereka dengan lebih baik.

Tujuan TCFD

Tujuan dari pengungkapan ini adalah untuk memberikan transparansi terhadap risiko terkait iklim yang dihadapi oleh perusahaan. Pengungkapan yang komprehensif mengenai risiko keuangan terkait iklim memungkinkan pengambilan keputusan investasi, kredit, dan penjaminan asuransi yang lebih tepat. Hal ini juga dapat membantu memfasilitasi transisi menuju ekonomi rendah karbon yang lebih berkelanjutan.

Risiko Iklim Berdasarkan Kerangka Kerja TCFD

TCFD Report sebenarnya dilakukan secara sukarela, namun dengan cepat menjadi bagian dari kerangka kerja peraturan wajib di banyak yurisdiksi, termasuk Uni Eropa, Singapura, Kanada, Jepang, dan Afrika Selatan. Selandia Baru dan Inggris telah mewajibkan pengungkapan risiko iklim sesuai dengan kerangka kerja TCFD pada tahun 2023 dan 2025.

Kerangka kerja TCFD membagi risiko terkait iklim perusahaan ke dalam dua kategori utama, yaitu:

1. Risiko fisik

Risiko fisik terkait dengan dampak fisik dari perubahan iklim. Beberapa risiko fisik bersifat akut, yang disebabkan oleh peristiwa cuaca ekstrem tertentu seperti angin topan, banjir, kebakaran hutan, atau kekeringan. Ada pula yang bersifat kronis, terkait dengan pergeseran jangka panjang dalam pola iklim seperti peningkatan suhu, kenaikan permukaan air laut, dan gelombang panas yang lebih panjang dan sering. Risiko fisik dapat memiliki dampak keuangan yang tiba-tiba dan signifikan jika memengaruhi operasi, transportasi, rantai pasokan, atau keselamatan karyawan dan pelanggan.

2. Risiko transisi

Risiko transisi adalah risiko yang muncul dalam proses transisi ke ekonomi rendah karbon. Hal ini mencakup risiko yang terkait dengan kebijakan, peraturan, dan persyaratan pengungkapan yang berkaitan dengan iklim yang terus berkembang, seperti emisi Gas Rumah Kaca (GRK), inisiatif emisi karbon, kebijakan pajak karbon, biaya energi dan bahan bakar, serta kebijakan energi nasional atau global. Risiko transisi dapat memiliki dampak keuangan langsung yang berkelanjutan dan juga dapat mempengaruhi reputasi organisasi.

4 Tema atau Pengungkapan dalam TCFD Report

Rekomendasi dalam TCFD Report disusun berdasarkan empat tema atau area pengungkapan, yaitu:

1. Tata Kelola (Governance)

a. Tata kelola perusahaan terkait risiko dan peluang yang terkait dengan iklim.

b. Pengawasan dewan terhadap risiko dan peluang terkait iklim.

c. Peran manajemen dalam menilai dan mengelola risiko dan peluang terkait iklim.

2. Strategi

Perusahaan harus mengungkapkan risiko dan peluang terkait iklim (jangka pendek, menengah, dan panjang) termasuk:

a. Dampak aktual dan potensial dari risiko dan peluang terkait iklim pada bisnis, strategi, dan perencanaan keuangan perusahaan, di mana informasi tersebut bersifat material.

b. Risiko dan peluang terkait iklim yang telah diidentifikasi oleh organisasi dalam jangka pendek, menengah, dan panjang.

c. Dampak risiko dan peluang terkait iklim pada bisnis, strategi, dan perencanaan keuangan perusahaan.

d. Ketahanan strategi perusahaan, dengan mempertimbangkan berbagai skenario terkait iklim, termasuk skenario 2°C atau lebih rendah.

3. Manajemen risiko

Perusahaan harus mengungkapkan prosesnya dalam mengidentifikasi, menilai, dan mengelola risiko terkait iklim, termasuk:

a. Bagaimana perusahaan mengidentifikasi, menilai, dan mengelola risiko terkait iklim. 

b. Proses perusahaan dalam mengidentifikasi dan menilai risiko terkait iklim. 

c. Proses perusahaan dalam mengelola risiko terkait iklim. 

d. Bagaimana proses identifikasi, penilaian, dan pengelolaan risiko terkait iklim terintegrasi ke dalam manajemen risiko keseluruhan perusahaan.

4. Matriks dan target

Perusahaan harus mengungkapkan matrik dan target yang digunakannya untuk mengukur keberhasilan dalam menghadapi risiko terkait iklim dan memanfaatkan peluang terkait iklim, termasuk:

a. Matriks dan target yang digunakan untuk menilai dan mengelola risiko dan peluang terkait iklim yang relevan, di mana informasi tersebut bersifat material.

b. Mengungkapkan matriks yang digunakan oleh perusahaan untuk menilai risiko dan peluang terkait iklim yang sejalan dengan strategi dan proses manajemen risiko.

c. Emisi Gas Rumah Kaca (GRK) Scope 1, Scope 2, dan, jika sesuai, Scope 3, serta risiko terkaitnya.

d. Target yang digunakan oleh perusahaan untuk mengelola risiko dan peluang terkait iklim, serta kinerja dalam mencapai target tersebut.